Detective Conan (c) Aoyama Gosho

Warning : Yaoi, Shonen-ai , OCC, typo, dll.

By : Kiruna Neophilina Phantomhive

Summary : Identitas Rei Furuya sudah diketahui Black Organization, namun Vermouth melindunginya agar permainan menjadi lebih seru dengan memberi APTX 4869. Siapa sangka ternyata yang memegang hak asuhnya adalah orang yang selama ini ia benci?

You and Me

Mobil merah itu melaju dengan santai ditengah ramainya jalan kota Beika, 2 botol whisky yang terbungkus dengan rapih dan terletak disamping kursi pengemudi itu baru saja dibelinya. Sang pengendara pun perlahan memelankan laju mobilnya dan berhenti di tempat parkir supermarket, baru saja ia akan membuka pintu mobilnya, hujan mengguyur dengan derasnya. 'shit,' umpatnya saat ia sadar ternyata ia tidak membawa payung, namun ia tetap keluar dari mobilnya dan lari kedalam supermarket. Biarlah basah sedikit, toh nanti juga kering dari pada kulkasnya kosong. Apalagi Detective Boys sering berkunjung kekediamannya. Pemuda itu pun mengambil salah satu troli yang berjajar dengan rapih yang berada disebelah tempat penyimpanan barang. Subaru Okiya nama pemuda itu atau Akai Shuiichi sebagai nama aslinya, kini tengah kebingungan memilih bahan makanan, karena tiba-tiba ia teringat perkataan salah satu anggota Detective Boys yaitu Kojima Genta, yang mengatakan kalau Subaru hanya bisa masak kare saja. Tiba-tiba saja smartphonenya berbunyi, dan ia pun langsung melihat tulisan 'Edogawa Conan' dalam layarnya lalu menerima panggilan itu.

'Moshi-moshi, ada apa Conan-kun?'

'Subaru-san, sekarang ada dimana?'

'Saya lagi di Supermarket,'

Subaru bisa mendengar dengan samar suara Detective Boys yang sedang berbincang.

'Ah pantas saja rumah Shinichi Nii-chan terkunci, tadinya kami ingin numpang masak dirumahnya karena dapur Professor sedang ada 'sedikit' masalah,'

'Conan-kun, apa makanan kesukaan mereka?'

'Mereka? Maksudnya anak-anak? Ah...mereka menyukai makanan Jepang, kalau Genta ia menyukai belut dengan nasi. Hahaha...jangan-jangan Subaru-san masih memikirkan perkataan Genta,'

'Seperti itulah...'

'Ya sudah, dah...'

'Plip'

Oke sudah diputuskan ia akan memeli bahan-bahan utama masakan Jepang dan jangan lupa belut untuk si Genta.

Setelah membeli semua yang ia perlukan dan membayarnya ia pun menyewa payung yang disediakan Supermarket, ia pun kembali menuju mobilnya yang terparkir dan meletakan belanjaanya dikursi belakang, namun entah ada rasa penasaran dari mana ia pun menutup pintu mobilnya dan berjalan ke dalam gang kecil yang berada disebelah supermarket, setelah cukup jauh ia berjalan menyusuri gang kecil itu, ternyata benar saja ada seorang anak kecil yang pingsan dengan posisi tengkurap. Subaru pun menghampirinya dan terkejut ia benar-benar tahu anak itu dan dari pakaiannya yang dipakainya, menyatakan dengan jelas apa yang dipikirannya itu benar. Dengan cepat ia membawa anak itu kedalam mobil, bungukusan whisky ia pindahkan kekursi belakang dan menempatkan anak itu dikursi depan. Subaru pun membuka jacketnya dan memakaikannya pada anak itu, bibirnya sudah pucat lalu nafasnya terputus-putus. Menurut perkiraannya, anak itu sudah berada disana sejak kemarin malam. Mobil merah itu pun ia gas dengan kencang menuju rumah Shinichi.

Setelah sampai, ia pun langsung membawanya kedalam rumah dan menempatkannya diatas sofa. Ah, dia lupa kalau dia tidak punya baju untuk anak-anak. Akhirnya Subaru pun bergegas, ke rumah Professor Agasa, untuk meminjam baju ukuran anak-anak karena, ia tahu Conan sering menginap disana, dan beruntung sesaimpannya disana Detective Boys sedang tidak ada disana. Bisa gawat kalau mereka tahu ia pinjam baju ukuran anak-anak, bisa-bisa ia ditanya aneh-aneh. Ia pun menceritakan pada Professor Agasa kejadian yang ia 'setting'. Setelah dapat beberapa baju, ia pun kembali ke rumah dan dengan cekatan memandikan anak itu lalu memakaikannya baju yang dipinjamnya tadi, dan membawanya ketempat tidur.

"Hah...saya tidak tahu apa yang terjadi pada anda dan 'mereka'," ucapnya sambil menyelimutinya. Lalu ia pun pergi menuju mobilnya itu mengambil barang-barang belanjaan dan menaruhnya didapur.

"Ukhh..." rintihnya pelan saat ia mencoba membuka mata dan bangun dari posisi tidurnya. "Dimana aku?" tanyanya pada diri sendiri, saat ia melihat sekelilingnya dan mendapatkan ruangan yang tidak ia kenal.

Ia pun turun dari kasur dan terkejut saat melewati cermin dan memantulkan sosok dirinya 22 tahun yang lalu.

"Vermouth sialan!"

FLASHBACK ON

"Hai...bourbon, sepertinya kau sudah terlalu jauh memasuki wilayah 'kami' dan memberikan info itu kepada PSB," ucap wanita dengan sandi Vermouth.

"Apa maksudmu, aku tidak mengerti..." balas Bourbon sambil mencoba melepaskan borgol dengan jepit rambut yang ia bawa.

Vermouth pun mengarahkan mulut pistolnya kekepala Bourbon. "Hahahaha...kau tahu kenapa hanya kau dan Kir saja yang tidak dibunuh dan diterima 'kembali'? saat insinden di Aquarium itu sebenarnya aku tidak percaya kalau itu email dari cusasso, dan aku berpikir kalau itu adalah ulah dari silver bullet-ku,"

"Sudah kubilang bukan, kalau aku mati rahasiamu otomatis akan terbongkar,"

"Ck," Vermouth pun menjauhkan mulut pistolnya dari kepala Bourbon. "Lagipula kalau aku membunuhmu, permainan ini tidak akan gantinya..." ucap Vermouth sambil mengambil pil obat dan memaksa Bourbon untuk meminumnya.

"kau akan bernasib sama dengan'nya', tenang saja aku akan mengatakan pada bos kalau aku sudah membunuhmu, and byebye Bourbon..."

FLASHBACK OFF

Amuro Toouru atau Rei Furuya sebagai nama asli nama anak kecil itu pun membuka pintu dan menjelajahi rumah besar itu, sebagian besar ruangan atas terkunci dan ia pun turun kelantai bawah dan membuka pintu perpustakaan.

"Hah...sepertinya semua yang disini berisi novel misteri semua," ucapnya setelah melihat-lihat beberapa buku, lalu mengambilnya satu dan membacanya dikursi yang berada ditengah ruangan. Baru saja ia membaca 5 lembar novel Night Baron karya Yusaku Kudo itu, sebuah suara yang paling ia benci mengejutkannya.

"Kau tahu saya mencarimu, dari tadi dan kau sepertinya sedang asyik membaca," ucap Subaru yang berada disamping Rei.

Rei hanya memalingkan mukanya.

Suabru pun menghela nafasnya, lalu memaksa wajah Rei menghadap wajahnya, dan mendekatkannya perlahan.

'Apa yang kau lalukan dasar bodoh!' batin Rei setelah Subaru, saling menempelkan dahi.

"Sedikit demam," ucap Subaru, lalu menjaukan wajahnya kembali. "Kau tahu sebaiknya orang sakit, tetap diam ditempat tidur," lanjutnya, namun Rei tidak menjawabnya dan kembali memalingkan wajahnya.

Samar-samar ia memasang smirknya, lalu menggendong Rei yang tentunya meronta. Walaupun tubuhnya berubah jadi kecil, tetap saja ia malu!

"Kebetulan tadi, saya sudah memasak bubur. Mumpung masih hangat, sebaiknya cepat dimakan," ucap Subaru, setelah menempatkan Rei dikursi ruang makan yang menyatu dengan dapur.

Didepan Rei sudah tersedia bubur yang masih hangat dan segelas air putih, ia pun mengambil sendok dan mengambil sesuap bubur lalu meniupnya. Suasana makan pun berlangsung hening.

.

.

.

.

.

"Apa kau suka Kamen yaiba? Biasanya anak-anak suka dengan itu," tanya Suabru, setelah makan dan mengajak Rei ke ruang TV. Rei yang duduk disebelah Subaru kembali diam dan memalingkan mukanya. "hahaha...oh iya, kau bukan anak kecil. Benarkan, Zero?" lanjunya sambil membuka sedikit matanya.

'Ctak'

Muncul perapatan tanda kesal didahinya "Apa maumu Akai Shuiichi?" tanyannya.

"Akhirnya kau membuka suaramu bertanya tentang apa yang terjadi padamu pun sepertinya kau tidak akan menjawabnya,"

"Hmph, tentu saja! Itu bukan urusanmu!"

Setelah percakapan itu suasana pun kembali hening hanya, suara dari TV yang terdengar.

Tak terasa film yang mereka tonton sudah selesai dan saat, Subaru melihat kesamping ternyata ia sudah tertidur dengan memeluk bantal. Tak tega untuk membangunkannya, maka Subaru pun menggendongya menuju kamarnya. Karena, kunci kamar tidur yang diberi hanya 1 dan single bed maka ia pun terpaksa tidur disofa. Sebelum ia meninggalkan kamar, Subaru mendekatkan wajahnya pada Rei dan menghirup aroma rambutnya.

'Dia seperti adikku sendiri,'

"Aku tahu, Scotch..." cicitnya, lalu berjalan meninggalkan kamar.

TBC

Salam kenal (^0^)/, saya author baru di fandom ini...

Jujur saja saya bingung mau nulis judul apa, karena cerita ini dibuat berdasarkan mimpi yang tiba-tiba datang, dari pada sayang. Jadi saya tulis saja dan dibuat fanfic wkwkwkwk#Plakkk

Ah, dan saya benar-benar kekurangan asupan SubaAmu (ToT)