Chapter 1
Disclaimed : Naruto milik Masashi Kishimoto
Rated : T
Pairing : Naruto x (...) ?
Summary : Naruto Uzumaki anak Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki yang di tinggal mati oleh kedua orang tuanya karena insiden invasi kyuubi ,suatu ketika Naruto menemukan seseorang yang tenggelam di sungai Nanako dan orang itu memberikan mata kirinya... apakah Naruto bisa membuat perdamaian dengan mata kiri itu.
Warning : OOC, Powerful!naru, Senjutsumode!naru, FiveElements!naru, Sharingan!naru, Rinnengan!naru, Smart!naru,Typo and Etc.
.
.
.
.
New Sharingan
Di daerah tersembunyi terdapat lima desa besar dan beberapa dea kecil. Diantara lima desa besar terdapat satu desa yang damai dan tenang dan diluar desa tersebut banyak pepohonan yang lebat dan desa tersebut Hi no Kuni atau kita sebut Konohagakure.
Di desa tersebut terdapat tokoh utama kita mempunyai kulit tan berambut pirang spike mempunyai mata biru shappire dan di setiap pipinya terdapat tiga pasang kumis kucing memakai kaos putih polos berlambang uzumaki di depan dengan terusan celana jeans pendek bewarna biru tua yang sedang di kejar-kejar oleh puluhan Chunin dan lima Anbu.
Ya, tokoh utama kita Naruto Uzumaki jinchuriki dari kyuubi no kitsune atau kyuubi no youko.
"mau kemana kau Naruto!" kata Anbu bertopeng anjing yang mengejar Naruto dengan melompati rumah-rumah warga.
Naruto yang mendengar itu nyengir. " tangkaplah aku Kakashi-nii kalau bisa" kata Naruto sambil berlari melewati kerumunan warga.
"Naruto kau dipanggil Hokage-sama karena perbuatanmu!" kata Chunin yang rambutnya di ikat dan bekas luka melintang di hidungnya.
"aku hanya melakukan yang orang lain tidak bisa lakukan Iruka-sensei" kata Naruto lantang sambil menanbah kecepatannya.
Iruka Umino dan Kakashi Hatake hanya swetdrop. ' yaiyalah, yang kau lakukan itu mengecat seluruh muka patung Hokage' batin Anbu dan Chunin itu.
Naruto pov
Perkenalkan Namaku Naruto Uzumaki, seorang yatim piatu yang tinggal di apartemen lantai dua pemberian Hokage-jiji. Tadi aku sedang mengecat seluruh wajah patung Hokage.
Dan akhirnya aku dikejar-kejar oleh banyak orang pangkat Chunin hingga Anbu. Aku melakukan ini supaya mendapat perhatian warga walaupun aku bertingkah bodoh dan konyol.
Setelah berlari sangat kencang aku menemukan sebuah gang kecil, akupun memasukinya. Dan ternyata gang itu sudah terdapat empat Anbu.
'shit' batin Naruto melihat itu, Naruto berniat keluar dari gang itu ternyata terdapat puluhan Chunin dan satu Anbu.
Naruto yang melihat itu mulai berkeringat dingin. "Naruto Uzumaki, anda dipanggil Hokage-sama karena perbuatan anda" kata salah satu Anbu yang memakai topeng beruang.
"tidak mau!, aku tidak akan kesana walaupun dengan kekerasan" kata Naruto ngotot sambil memasang kuda-kuda.
"tidak mungkin kau akan menang. Kami ini Chunin dan Anbu" kata seseorang yang berada di barisan Chunin.
"baiklah kalau begitu,bersiaplah" kata Naruto. Naruto langsung membuat satu handseal. Chunin dan Anbu yang melihat Naruto membuat handseal langsung bersiaga.
Normal PoV
"Oiroke no Jutsu"
Setelah Naruto mengucapkan jutsunya, terjadilah seperti bom asap. Chunin dan Anbu yang melihat itu kebingungan.
Setelah asap itu menghilang, nampaklah seorang gadis tanpa busana dengan rambut twintails warna kuning.
Chunin dan Anbu yang melihat itu lansung mimisan hebat. Tapi tidak untuk satu Chunin yang kebal terhadap jurus itu,Iruka Umino.
"pofft"
Gadis tanpa busana tadi kembali menjadi Naruto.
"Naruto, sebaiknya kau ke kantor Hokage-sama" kata Iruka sambil menatap Naruto.
"Tidak mau, nanti dimarahi oleh Hokage-jiji" kata Naruto sambil ketakutan.
Iruka yang melihat itu kasihan. Lalu muncullah ide di kepala Iruka " bagaimana kalau kita ke Ruang Hokage-sama dan pulangnya aku traktir di Ichikaru Ramen"
Naruto yang mendengar itu langsung senang. " baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat" kata Naruto sambil diiringi anggukan Iruka.
Naruto dan Iruka meninggalkan gang dengan genangan darah yang banyak.
Hokage room
Terlihat ruangan yang besar tapi cukup sederhana terdapat dua orang, salah satunya perawakan cukup tua memiliki jenggot dan memakai jubah Hokage, dan satunya bocah kecil yang memiliki rambut pirang berkulit tan.
Terlihat sang Hokage atau kita sebut Hiruzen Sarutobi sedang duduk santai dengan menghisap rokoknya sambil menatap lawan bicaranya.
"Naru-chan, apa kau tau kau dipanggil ke sini?" kata Hiruzen memulai pembicaraan.
Naruto yang mendengar itu langsung berkeringat dingin. "a-aku me-mengecat muka pa-patung Hokage" kata Naruto gugup.
Hiruzen yang mendengar itu langsung menghela napas, "ya, dan aku maafkan kejadian tadi pagi"
Naruto yang mendengar itu langsung ceria "apakah itu benar Hokage-jiji ?" tanya Naruto dijawab dengan anggukan kepala oleh Hiruzen.
Hiruzen langsung memasang wajah serius "Naru-chan, Jiji sudah mendaftarkan kamu ke akademi, besok kamu bisa masuk bersama Iruka-sensei".
"baiklah Hokage-jiji, aku keluar dulu. Aku di traktir sama Iruka-sensei ke Ichikaru Ramen" kata Naruto dijawab anggukan Hiruzen.
.
.
.
Ichikaru Ramen
.
.
.
Naruto dan Iruka memasuki kedai ramen tersebut, "Teuchi-jiisan ramen ukuran jumbo tiga" teriak Naruto sambil duduk di pojok.
Sang pemilik kedai keluar "oh, kau Naruto. Dan Iruka-sensei kau pesan apa ?" kata Teuchi.
"aku pesan miso ramen saja" kata Iruka sambil duduk di samping Naruto.
"baiklah, tiga ramen ukuran jumbo dan miso ramen akan segera datang" kata Teuchi sambil memasuki dapur.
Setelah tiga menit menunggu...
"pesanan datang" kata Teuchi keluar dapur sambil meletakan pesanannya.
"itadakimasu"kata Naruto dan Iruka bersamaan.
Setelah menghabiskan makanannya, Naruto menepuk-nepukan perutnya "haah, kenyangnya" katanya.
"baiklah ini uangnya. dan Iruka-sensei, aku kali ini yang traktir" kata Naruto lalu lari keluar kedai dengan cepat.
Teuchi melihat uang yang berada di samping mangkok Naruto "Iruka-sensei uang Naruto tidak cukup, hanya mampu membayar satu porsinya" kata Teuchi.
Iruka yang mendengar itu hanya sweatdrop "tidak apa-apa, aku yang akan membayar semua" kata Iruka sambil mengeluarkan uang.
"terima kasih Iruka-sensei" kata Teuchi. "sama-sama, aku pergi dulu" kata Iruka lalu keluar kedai Ramen tersebut.
.
.
.
.
Hari menjelang sore hampir malam, semua warga biasa mulai menanggalkan aktifitasnya sejenak. Dan para anak-anak mulai pulang dijemput orang tuanya yang berada di taman desa.
Naruto yang sedang menikmati jalan-jalannya terganggu akibat kepulan asap.
"Naruto, sebaiknya kau pulang. Aku tidak mau terjadi apa-apa" kata seorang Anbu bertopeng anjing.
"sebentar lagi Kakashi-nii, Lagi pula aku hanya jalan-jalan. Satu jam lagi aku akan pulang" kata Naruto.
"baiklah kalau begitu, aku akan ke ruang Hokage dulu. Dan Naruto, saat aku memakai topeng ini panggil aku inu" kata Kakashi lalu menjadi kepulan asap.
Naruto melanjukan jalan-jalannya hingga menuju hutan. Ia terlalu jauh ke hutan sehingga ia tersesat.
"bagaimana ini, aku tersesat !" kata Naruto panik. Lalu ia mendengar air yang deras.
Ia memfokuskan pendengarannya lalu melesat ke sana.
Setelah kesana ia melihat air terjun yang sangat tinggi dan bagus. "wah, indahnya. Aku tidak tahu kalau ada tempat seperti ini" katanya kagum.
Tapi kekagumannya harus hilang karena karena sesuatu yang seperti seseorang terjatuh dari ketinggian dan sampai akhirnya
"byuurrr..."
Naruto yang melihat itu langsung panik, dengan segera Naruto menolong orang itu dengan menyelam. Sesampai menolong orang tersebut, naruto meletakkan orang tersebut di pohon terdekat.
Naruto meneliti ciri-ciri tersebut 'orang yang lebih tua dariku, kaos dengan lambang kipas tapi aku tidak mengetahuinya, luka yang parah dan mata kanan berdarah sangat banyak' batin Naruto.
Lalu Naruto menepuk-nepuk pipi orang tersebut " hei! Nii-san, Nii-san hei!" kata Naruto berusaha membangunkan orang tersebut.
"enggrrhh..." erang orang tersebut dan mulai membuka mata kirinya. "aku berada dimana ?" kata orang tersebut.
"akhirnya bangun juga kau, kau sepertinya terjatuh dari atas tadi" kata Naruto.
Orang itu sepertinya mengingat kejadian sebelumnya. Lalu ia menghembuskan nafasnya " na-nama mu si-siapa ?gaki" kata orang tersebut berusaha bersender pada pohon itu.
"namaku Naruto Uzumaki, seseorang yang akan melindungi desa Konoha dengan jalan ninjaku dan nama Nii-san siapa ?" kata Naruto bersemangat.
Orang itu kaget dengan ambisi Naruto "shi-Shisui...u-Uchiha. Ka-kalau bo-boleh tanya, kau a-akan meli-lindungi Konoha dengan a-apa ?" nafas Shisui memberat dan sepertinya tidak kuat lagi.
Naruto yang mendengar perkataan Shisui mulai berfikir karena ia jarang berlatih dan sering membuat kekacauan.
"aku tidak mempunyai apa-apa. Kekuatan,bakat,keturunan aku hampir tidak mempunyai itu semua" kata Naruto.
Shisui yang mendengar itu hanya tersenyum "jika k-kau mempunyai s-salah satu yang k-kau sebutkan t-tadi, kau a-akan melindungi d-dengan cara apa ?" tanya Shisui.
"mempunyai salah satu... aku akan melindungi dengan cara ninjaku yaitu tekad api Konoha seperti kata Hokage-jiji" kata Naruto bersemangat.
Shisui tersenyum kembali " baiklah, aku a-ada hadiah untukmu u-untuk melindungi Konoha" kata Shisui.
Naruto yang mendengar itu senang "benarkah Shisui-nii ?" tanya Naruto bersemangat.
"ya, aku a-akan memberikan mata k-kiriku lalu pasangkan p-pada matamu itu" kata Shisui.
Naruto yang mendengar itu kaget "matamu Shishui-nii... jika kau memberikan matamu itu kau tidak bisa melihat" kata Naruto.
"tidak a-apa-apa, sepertinya w-waktuku sudah t-tidak lama lagi. Aku i-ingin kau menjaga Konoha d-dengan mata kiriku" kata Shisui.
Shisui langsung mengaktifkan Sharingan-nya dengan tiga tomoe lalu tiga tomoe itu menyambung menjadi Mangekyou Sharingan berpola seperti shuriken. Lalu dengan cepat Shisui mencabut mata kirinya dengan cepat dan memberikan kepada Naruto.
Naruto yang melihat itu langsung mengambil mata itu lalu digenggamnya dengan hati-hati. "aku janji Shisui-nii, aku akan menjaga mata ini dan Konoha. Jika aku menarik kata-kataku kembali, itu berarti bukan jalan ninjaku" kata Naruto
Shisui mendengar itu senang "b-baiklah Naruto, a-aku akan menjaga ucapanmu. Dan sudah saatnya k-kita berpisah" kata Shisui lalu menghembuskan nafas terakhirnya.
Naruto yang melihat itu hanya sedih karena ada orang yang memberi hadiah untuk melindungi Konoha. Lalu Naruto menguburkan mayat Shisui di tempat itu dan segera pergi karena tidak ingin mengkhawatirkan Kakashi-nii.
.
.
.
.
.
Sesampai di apartemen, Naruto langsung meletakan mata Shisui di gelas yang sangat bersih karena tidak ingin mata itu terinfeksi. Lalu Naruto berputar-putar apartemen-nya. "Kakashi-nii. Kau berada di mana !" teriak Naruto, lalu
"poffts.."
Terlihat kepulan asap dan nampaklah Kakashi dalam mode Elit Jounin, "ada apa Naruto ? malam-malam mencariku" kata Kakashi dengan nada malas.
Naruto langsung memasang wajah serius "Kakashi-nii, bisa kita bicara di ruang tamu" kata naruto.
Kakashi yang melihat wajah serius Naruto hanya bingung karena Naruto tidaklah pernah memasang wajah serius kecuali saat meminta uang. Lalu Kakashi menangguk.
Lalu mereka berjalan menuju ruang tamu dan Nauto membersihkan meja ruang tamu dulu agar mudah menyampaikannya.
Sesudah membersihkan, Naruto langsung duduk di hadapan Kakashi "Kakashi-nii, apakah kau tau jalan ninjaku ?" kata Naruto.
Kakashi yang mendengar itu hanya memutar matanya bosan " jalan ninjamu adalah 'aku akan menepati sebuah janji karena itu jalan ninjaku'kan" kata Kakashi bosan.
Naruto langsung tersenyum "dan ada seseorang memberikan hadiah kepadaku dan membuat janji kepadaku untuk melindungi Konoha" kata Naruto.
Kakashi yang mendengar itu mulai tertarik " apa hadiah itu Naruto ?" tanya Kakashi penasaran.
"sebuah...mata" kata Naruto pelan.
Kakashi bingung "mata.. untuk apa mata itu ?" kata Kakashi bingung.
Naruto yang mendengar itu lansung mengangkat kedua bahunya " aku juga tidak tahu mata itu... tapi aku harus memasang mata itu ke mataku" kata Naruto tegas.
Kakashi terkejut dengan perkataan Naruto "apakah tidak apa-apa Naruto ?" kata Kakashi memastikan.
"ya... karena itu janjiku dan sebentar, aku akan mengambil mata itu dan tolong pasangkan mata iu kepadaku" Naruto beranjak menuju dapur mengambil gelas bersih, dan memberikan mata itu kepada Kakashi.
Kakashi yang melihat mata itu tekejut karena mata itu Sharingan dan bukan Sharingan biasa yaitu Mangekyou Sharingan, "dari mana kau mendapatkan mata ini Naruto" tanya Kakashi penasaran.
"seseorang bernama Shisui Uchiha, dia mati saat memberikan mata ini" kata Naruto sedih.
Kakashi melihat pancaran kesedihan Naruto merasa iba, " baiklah aku akan memasangkannya untukmu" kata Kakashi.
Lalu terjadilah operasi dadakan di apartemen Naruto hingga pagi. kepala dan mata kiri Naruto sekarang dililit sengan kain perban(seperti Danzo) karena Sharingan Naruto tidak bisa dinonaktifkan.
"haah.. lelahnya" kata Kakashi sambil menyeka keringatnya.
Naruto yang merasa operasi sudah selesai perlahan membuka mata kanannya "terima kasih Kakashi-nii dan tolong rahasiakan ini pada Hokage-jiji".
"iya aku akan merahasiakannya. Dan kalau ada luang latihlah Sharingan itu atau minta padaku karena kita sama" kata Kakashi.
Naruto mendengar saran Kakashi mengangguk " aku akan melakukan saranmu Kakashi-nii".
"bailah kalau begitu, aku pergi ke kantor Hokage dulu" kata Kakashi meninggalkan Naruto dengan kepulan asap.
"sebaiknya aku berangkat ke Akademi" kata Naruto beranjak menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandi.
.
.
.
.
Naruto terlihat berjalan santai dengan kaos putih dengan lambang Uzumaki di belakang dengan celana jeans pendek berwarna biru dan jangan lupa perban di kepala dan mata kirinya.
Sesampai di Akademi, ia melihat Iruka yang berada di pintu Akademi "Iruka-sensei !" teriak Naruto
Iruka yang merasa di panggil, menoleh dan melihat Naruto "oh, kau Naruto. Ayo aku antar ke kelasmu" kata Iruka dijawab dengan aggukan oleh Naruto.
Sampai dikelas Naruto hanya melihat anak-anak yang ribut ada yang tidur, makan keripik, menghitung serangga, segerombolan wanita berterteriak kepada laki-laki dengan model rambut seperti pantat ayam dan lain-lain.
"anak-anak diam !" kata Iruka. tapi seperti tidak mendengarkan, anak-anak tersebut melanjukan aktifitasnya "Anak-Anak Bisakah Diam !" teriak Iruka sambil melempar kunai kesamping menyebabkan kaca yang ukuran sedikit besar itu pecah.
Anak-anak yang mendengar itu langsung diam tanpa suara seperi tidak terjadi apa-apa "Anak-anak, kalian mendapatkan teman baru. Perkenalkan namamu ?" kata iruka.
"pekernalkan namaku Naruto Uzumaki. Hobiku emm...tidak penting bagi kalian. Kesukaanku...kalian belum cukup umur. Ketidaksukaanku...kalian tidak yakin mendengarnya dan cita-citaku...itu bukan urusan kalian" kata Naruto bosan
Iruka dan anak-anak yang mendengar itu hanya bisa sweatdrop berat 'jadi... hanya di beri tahu namanya saja' batin Iruka dan anak-anak.
Setelah sadar dari acara sweatdropnya Iruka mempersilakan Naruto duduk.
Lalu Naruto duduk di pojok belakang bagian kiri dan mendengarkan apa materi yang di sampaikan Iruka.
TBC