Ku Kejar Cintamu, Sunbae!
Hunkai! With Uke!Kai !
This fict just for fun !
Typo menyebar, ide pasaran, bahasa aneh tidak sesuai EYD, dan OUT OF CHARACTHER! A.K.A OOC #LAUGH HAHAHA...
Seme keuke-ukean! Uke keseme-seman! (?)
TAPI INI HUNKAI!
Awas kesandung typo (?)
.
...
Sehun kembali melancarkan aksinya yang sudah ia patenkan sebagai rutinitas wajib selama 2 bulan ini. Mengintai seorang sunbae menawan yang dikenal ceria dengan senyum memikat -yang juga memikat Sehun pada pandang pertama-, juga murid andalan guru Jung dalam kelas seni tari. Orang yang akan diajukan jika ada perlombaan tari. Dan membuat orang-orang terkesan dengan tariannya, hingga mendapat juara pertama. Menorehkan nama baik sekolah. Prestasi yang membanggakan. Hampir setiap orang mengaguminya, tak terkecuali Oh Sehun.
Seorang pemuda dari tingkat satu yang dulu tak sengaja menabrak sunbae favoritenya hingga menumpahkan minuman pada seragam sekolah. Sehun sempat takut jika sunbaenya itu marah atau menghajarnya karna sebuah kecerobohan tak sengaja. Namun diluar dugaan, sunbae itu hanya memaklumi dan berkata 'tidak apa-apa' sembari tersenyum ramah. Malahan yang mengumpati Sehun kala itu bukanlah sunbae, melainkan para murid yang mengaguminya dan seorang teman dekat yang sangat cerewet.
Semenjak itulah Sehun jadi suka, dan rutinitas yang ia lakukan 2 bulan ini adalah mengamati sang sunbae dari balik pohon samping bangunan sekolah. Yang menghadap langsung pada sebuah lorong yang disisi-sisinya terdapat loker-loker siswa tingkat dua, salah satunya adalah milik sunbae favorite Sehun.
Ia suka melihat sunbaenya itu berseri-seri ketika menemukan sebuah benda yang setiap hari Sehun letakkan diam-diam diloker sunbae itu beberapa menit sebelum jatah pulang kelas sunbae itu. Senyumnya amat manis untuk ukuran seorang pria. Sebelum pulang ia akan memastikan apakah sunbae menawan itu membuka loker atau tidak.
Sehun ingin sekali berterus terang tentang perasaannya kepada sunbae itu sebenarnya, perasaan cintanya yang telah ia pendam. Namun suatu hal menjadi beban tersendiri baginya. Ia takut ditolak. Sehun tidak menginginkan hal itu.
Yah... siapapun tidak ingin ditolak dalam hal percintaan 'kan?
Dan lagi, yang menjadi masalah utamanya adalah 'penampilan'. Orang-orang selalu melemparkan kata 'cupu', 'nerd', 'kutu buku', dan hal lainnya yang menyangkut itu, setiap ia lewat, kata-kata hinaan serta tatapan remeh menjadi pengawal baginya.
Ia muak tentu saja, hanya karna sebuah kacamata bulat dan terlalu rapi sampai di judge begitu. Memangnya salah ya? Menyukai buku?
*** Winter AL ***
Jongin tersenyum kecil ketika ia membuka lokernya dan mendapati setangkai mawar putih tergeletak manis diatas tumpukan buku pelajarannya. Ia mengambilnya dan mencium harum mahkota bunganya. Harum yang Jongin suka 2 bulan ini.
Entah mengapa, setiap ia melihat sesuatu yang rutin terjadi setiap pulang sekolah di lokernya ini, mood yang sedang down jadi naik kembali. Entah siapa yang rela melakukan ini, ia sungguh berterima kasih.
Meski sebenarnya ia sedikit merasa terhina. Jongin 'kan pria, dan diberi bunga? Ah baiklah, itu sedikit menyinggungnya. Apa orang yang mengirimkan bunga cantik ini menganggapnya perempuan? Hei!
"Ah! Bunga lagi!" Seseorang yang bersandar pada samping loker Jongin berdecak kesal. "Tidakkah kau merasa terhina, Jong?"
"Hm? Ya, sedikit." Jawab Jongin santai.
"Seharusnya penggemar rahasia favoritemu itu memberikan coklat saja! Itu masih lebih baik untuk diberikan pada pria. Tapi, 2 bulan ini hanya bunga!" Pemuda bermata sipit itu mengumpat tidak terima. "Memangnya kau wanita?!"
"Kenapa jadi kau yang tidak terima? 'Kan aku yang mendapat bunga," Jongin menutup lokernya tenang setelah mengambil tas selempangnya, membawa bunga itu dalam genggamannya, kemudian berjalan meninggalkan Baekhyun -temannya- yang tidak terima.
"Wah, Jongin, sepertinya kau memang wanita," Baekhyun menggerutu sembari menyusul Jongin.
"Diamlah, Baek," Jongin memutar bola matanya malas.
*** Winter AL ***
"Oh God! Jongin sunbae berjalan kearahku!" Sehun memekik dalam hati, matanya membulat panik masih dalam posisi bersembunyi dibalik pohon. Mendapati sosok sunbae kesukaannya itu tengah berjalan tenang menuju kearahnya, atau lebih tepatnya menuju pintu gerbang.
Ia terpaku ketika Jongin melewatinya dengan tenang, bahkan sempat memberikan senyum sapa ramah pada Sehun. "Annyeong, Sehun," Yang nyatanya berhasil membuat tubuh Sehun seperti lumpuh dengan detak jantung yang berpacu seperti tengah menunggang kuda yang berlari kencang. Memang bukan sekali ini Sehun berpapasan dengannya dan mendapat sapaan ramah, tapi selalu berhasil membuat Sehun terpaku dengan kelopak mata yang mengerjap-ngerjap dibalik kacamatanya.
"Ouh, manis sekali," Sehun meremat dadanya ketika Jongin sudah berlalu bersama Baekhyun, "seperti terkena serangan jantung. Kuharap kau masih tahan dengan sensasi senyumnya, oh jantungku."
Namun monolog itu seketika terhenti tatkala matanya menangkap seseorang yang memeluk hangat tubuh Jongin tanpa sungkan tepat di depan gerbang. Melayangkan kecupan sayang dikening Jongin, mengelus surai hitam Jongin, kemudian melesat pergi dengan motor sportnya dengan Jongin yang memeluk mesra pinggang pemuda asing itu. Jangan lupakan senyum tulus Jongin yang ditujukan pada lelaki tampan itu, sungguh... bagaimana pemuda itu bisa sebegitu dekat dengan Jongin? Siapa dia? Jangan-jangan pacar Jongin.
God!
No way!
Tidak bisa!
Sejak kapan sunbaenya itu memiliki pacar? Setahu Sehun masih single. Tapi barusan?
Argh!
Rasanya seperti melayang, kemudian dihempas kembali ke dasar. Rasanya seperti ditekan diarea dada hingga menjadi sesak.
Apa ini tandanya, Sehun telah kalah?
Sehun tidak memiliki persiapan untuk patah hati ini.
"God! Tega sekali Kau mematahkan hatiku,"
*** Winter AL ***
"Kenapa tidak memberi tahuku jika kau pulang dari Kanada," Jongin menggerutu sembari bergelayut pada lengan kekar seorang pemuda tinggi yang menjemputnya disekolahnya tadi.
Keduanya kini berjalan berdampingan memasuki rumah. Yang kemudian duduk di sofa dengan Jongin yang menyandar pada sebelah bahu kokoh itu. "Aku 'kan bisa menjemputmu di bandara," lanjutnya menggerutu, yang menimbulkan kekehan kecil dari lawan bicaranya.
"Masih saja seperti ini setelah sekian lama," Yifan -pemuda itu- mencubit gemas bibir Jongin yang manyun, "Kamu 'kan sekolah, mana bisa menjemputku?"
"Iya sih. Tapi, hyung juga sih pulangnya tidak tepat."
"Kamu tetap saja cerewet seperti dulu,"
"Hm," Jongin tersenyum, kemudian memeluk Yifan hangat, "aku rindu pada hyung. Apa hyung tidak rindu padaku setelah setahun di Kanada?"
"Kamu ini, tentu saja hyung merindukanmu. Kamu itu terlalu manis untuk dilupakan," Yifan mengacak gemas surai Jongin sembari terkekeh.
"Ish, hyung! Meskipun aku tidak manis, tetap saja tidak bisa hyung lupakan semudah itu." Jongin berdecak sebal.
"Lihat, Yifan, lihat kucing kesayanganmu itu, merajuk manja," cibir seseorang yang baru saja keluar dari dapur.
"Aish, noona!" Jongin menggerutu, "kau lihat, hyung? Jessica memang suka mengacau, tidak pernah berubah," adunya pada Yifan. Yang kemudian mendapat sebuah geplakan sayang dari sang noona tercinta, "aduh!" Jongin memegangi kepalanya, "sakit tahu!" Cibirnya, "lihat itu, hyung. Jess noona suka sekali memukul kepalaku. Bukankah ini termasuk penganiayaan?" Jongin mengadu, yang membuat Yifan tertawa renyah.
"Tukang mengadu!" Cebik Jessica tak terima.
"Nenek sihir!" Sahut Jongin.
"Sudah-sudah, kalian ini kalau jadi satu selalu saja bertengkar," seorang wanita paruh baya melerai.
"Noona yang mulai duluan, eomma," Jongin cemberut.
"Kamu ini, sukanya mengejek adik bungsumu," sang ibu melempar tatapan pura-pura marah pada Jessica. Yang ditatap hanya memberikan cengiran innocent.
"Jongin, ganti seragammu dulu." Perintah ibu. "Dan Yifan, kau ingin makan apa malam ini?"
"Ah? Tidak usah, bu. Aku ingin keluar bersama Jongin malam ini, boleh kah?"
"Tuh Jongin, Yifan mengajakmu kencan, pasti senang tuh," goda ibunya pada putra bungsunya.
"Wah asyik! Kalau begitu aku siap-siap dulu, ne?" Pekik Jongin girang seraya melompat dari duduknya.
"Kenapa aku tidak di ajak, Fan?" Jessica memprotes.
"Untuk apa mengajak nenek sihir pengacau? Wlee," Jongin menyahut sembari menjulurkan lidahnya mengejek sang noona. Sebelum kembali mendapat geplakan, ia sudah terlebih dulu kabur menuju kamarnya.
"Dasar bocah! Awas kau Kim Jongin!"
*** Winter AL ***
Sehun menyandarkan kepalanya lesu diatas meja pada sebuah cafe, yang kemudian mendapat tatapan heran dari kedua temannya yang duduk didepannya. Gara-gara kejadian sepulang sekolah tadi, yang membuatnya patah hati. Dan berakhir mengajak teman dekatnya itu keluar.
Namun ada yang berbeda, cara berpakaian Sehun tidak seperti di sekolah. Tidak ada kacamata, dan gayanya terlampau keren untuk ukuran anak nerd. Dia tampan! Yang melihat pasti tidak akan menyadari kalau itu adalah si cupu Sehun!
"Kau kenapa sih, Hun? Aneh sekali," cibir Chanyeol, salah satu teman Sehun.
"Katanya sih patah hati," jawab Luhan, teman Sehun yang lain.
"Karna Kim Jongin?" Chanyeol bertanya, yang diangguki Luhan.
"Sunbae sudah punya pacar, aku melihatnya sendiri." jawab Sehun lesu sembari menegakkan tubuhnya.
"Yang benar?! Kau salah lihat mungkin. Setahuku Jongin tidak sedang dekat dengan siapapun," ujar Chanyeol serius.
"Bukan dari sekolah kita. Tadi lelaki itu menjemputnya. Tampan sih memang. Dan lagi, sampai mencium kening sunbae. Argh! apa-apaan itu! Aku 'kan cemburu!" Sehun menggerutu sembari membenturkan kembali keningnya pada meja.
"Magnae kalau ngambek seperti itu, ya?" Luhan berbisik pada Chanyeol, "tidak ada keren-kerennya. Biasanya pasang wajah dingin,"
"Kau tidak tahu ya kalau cinta itu efeknya dasyat?" Jawab Chanyeol juga berbisik.
"Aku dengar itu hyungdeul," Sehun menyela masih dengan posisinya.
"Oops! Sorry," Luhan menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.
"Sepertinya benar deh, Jongin sudah punya pacar," ucap Chanyeol sembari fokus pada pandangannya. "Lihat tuh disana,"
Sehun menegakkan kepalanya cepat, mengikuti arah pandang Chanyeol yang tertuju pada dua sosok lelaki.
Hati Sehun mencelos melihat interaksi keduanya yang terlampau akrab. Patah hati untuk yang kedua hari ini. Ditambah, lelaki yang bersama Jongin itu adalah orang yang sama dengan tadi siang.
Rasanya jadi panas melihat namja blonde itu menghapus sudut bibir Jongin yang kotor dengan ibu jarinya. Mencubit kedua pipi Jongin dengan gemas, dan samar-samar Sehun mendengar 'kamu lucu sekali, kalau hyung cium bagaimana?' Dari bibir pemuda asing itu. Jongin yang memukul lengan namja itu sembari menggerutu lucu. Sifat manja yang tak pernah terlihat disekolah.
Sehun jadi geram!
"Aku pergi," ujar Sehun dingin seraya menyambar kunci motor sportnya dan pergi begitu saja meninggalkan Chanyeol dan Luhan yang ternganga.
"Kau sih, menunjukkan mereka pada Sehun," Luhan menggeplak lengan Chanyeol menyalahkan, "marah tuh,"
"Memangnya benar lelaki itu pacar Jongin? Keren lho,"
*** Winter AL ***
Baekhyun mengernyit heran melihat tingkah aneh Jongin siang ini, dimana Jongin tiba-tiba membenturkan keningnya pada pintu lokernya setelah membuka. Wajahnya nampak suntuk dan tidak bersemangat. Padahal biasanya sepulang sekolah Jongin akan tersenyum senang sambil menggenggam setangkai mawar putih. Melenggang pulang dengan wajah berseri-seri seperti wanita, menurut Baekhyun.
"Kenapa, Jong?" Tanya Baekhyun penasaran.
"Sudah seminggu aku tidak mendapat bunga," jawab Jongin lesu.
"Ah ya ampun, Jong! Hanya karna itu kau jadi tidak jelas begini?" Baekhyun menggerutu, "Jangan bilang kau tertarik padanya,"
"Kalau iya kenapa?" Jongin melirik Baekhyun tanpa minat, "seperti separuh hatiku juga hilang,"
"Kau tidak waras!" Baekhyun menjitak kepala Jongin sekilas.
"Aduh! Kenapa memukulku! Sakit tahu!"
"Supaya gilamu itu tidak semakin parah,"
"Kau!" Jongin terlihat kesal sembari menarik sebelah pipi Baekhyun kencang.
"Aduduh! Sakit, Jong!" Baekhyun merintih.
"Pembalasan!"
*** Winter AL ***
Sehun meremas tangkai bunga mawar putih yang digenggamnya, bersembunyi di balik pohon yang biasa ia gunakan untuk mengintai Jongin. Seminggu ini dia tidak berani meletakkan benda cantik itu pada loker Jongin seperti biasanya, sejak kejadian ia patah hati. Ia jadi urung. Berpikir, tidak ada gunanya terus menjadi secret admire Jongin lagi, toh objek suka-sukanya itu sudah dimiliki orang lain. Tampan lagi. 'Kan Sehun jadi minder.
"Annyeong, Sehun-ah," tubuh Sehun tersentak ketika didapatinya Jongin melewatinya dengan sebuah senyum ramah kesukaan Sehun. Dengan cepat Sehun menyembunyikan bunganya dibalik punggung, takut-takut Jongin melihatnya dan kemudian terbongkar.
"A-ah, ya annyeong, sunbae," Sehun tergagap, sedangkan Jongin tersenyum kecil sembari terus melangkah.
Namun dibeberapa langkahnya, ia berhenti. Matanya melirik kearah Sehun tanpa berbalik, sesuatu melintas dibenaknya. Seraut tanya tergambar samar di wajah tampannya.
"Ada apa, Jong?" Baekhyun menginterupsi.
"Ah tidak, kupikir aku akan membutuhkan bantuan lusa mendatang," ucap Jongin sembari meneruskan langkahnya, melambaikan tangan pada seorang pemuda yang tengah bersandar pada motor sport merah. Yifan.
"Bantuan apa?" Tanya Baekhyun heran.
"Besok kuberi tahu. Aku duluan ya, Baek. Yifan hyung sudah menunggu." dan Jongin pun berlari semangat menuju Yifan.
Setelah sampai, ia membisikkan sesuatu ditelinga Yifan. Yang kemudian Yifan melirik pada Sehun yang juga tengah menatapnya. Pandangan Yifan seperti mengintimidasi, yang membuat Sehun bergidik dan cepat-cepat pergi dari tempatnya.
"Nerd?" Yifan menggumam dengan kernyitan dahi pada Jongin, yang mendapat anggukan antusias dari pemuda tan itu.
*** Winter AL ***
2 hari kemudian...
Sehun menghampiri lokernya dengan tidak semangat, disampingnya sudah ada Chanyeol dan Luhan, para sunbae yang dekat dengannya kemudian menjadi temannya. Dan sekelas dengan Jongin.
"Murung terus, masih patah hati?" Chanyeol bertanya menggoda. Yang dihadiahi desisan kesal dari Sehun. "'Kan masih ada yang lebih baik daripada Jongin. Aku atau Luhan misalnya,"
Plak!
"Ya! Kenapa memukulku, Luhan!" Chanyeol memprotes sembari mengelus kepalanya.
"Ingat! Kau itu sudah punya Baekhyun! Dan aku tidak mau meninggalkan Minseok hanya karna albino ini patah hati!" Luhan menggerutu.
"Memangnya aku mau dengan kalian?!" Sehun mencebik sinis sembari membuka lokernya kasar.
Namun detik berikutnya, matanya membulat kaget mendapati sesuatu di dalam lokernya. Setangkai mawar merah tergeletak di lokernya. "Eh?" mengambil mawar merah itu dengan kernyitan dahi. "Siapa yang meletakkan ini disini?" Tanyanya bingung.
"Wah! Kau juga punya pengagum rahasia, eh?" Chanyeol mengerling.
"Oh Sehun?" Seseorang lain menginterupsi. Membuat Sehun, Luhan, dan Chanyeol menoleh cepat. Mendapati Baekhyun yang menghampiri mereka dengan tangan disaku celana. "Pergilah keruang dance, Jongin ada disana." Ujarnya kemudian.
"Untuk apa? Aku tidak ada urusan dengan Jongin sunbae." Jawab Sehun dingin seraya mengambil tasnya, menutup lokernya, dan berjalan pergi dengan acuh.
"Anak labil sepertinya mana bisa bersanding dengan Kim Jongin?" Baekhyun mencebik. Kemudian memberikan kode dengan matanya pada Chanyeol dan Luhan.
"Boleh nih diseret saja?" Tanya Chanyeol dengan senyum lebarnya.
"Ya, lakukan saja."
Dengan itu Chanyeol dan Luhan segera menghampiri Sehun, mengunci pergerakan Sehun, kemudian menyeretnya paksa, "Hei! Hei! Apa yang kalian lakukan?!" Menuju ruang dance dengan Sehun yang meronta.
*** Winter AL ***
"Kau pasti akan berterima kasih pada kami setelah ini," ucap Baekhyun setelah mendorong tubuh Sehun ke dalam ruang dance, kemudian menutup pintunya dengan segera, menguncinya.
"Hei! Buka pintunya, hyungdeul!" Sehun menggedor pintunya brutal. Namun tidak didengarkan oleh 3 sunbaenya itu.
Sehun berbalik ketika menyadari alunan musik break menggema memenuhi ruang dance. Tepat didepan cermin ukuran besar itu, sesosok namja berkulit tan tengah asyik menari hingga tidak sadar bahwa Sehun tengah menatapnya.
Melongo takjup melihat bagaimana penampilan Jongin saat ini. Sexy!
Singlet hitam ketat mencetak lekuk tubuhnya, keringat yang mengucur membuat kulit tannya berkemilau, dan ekspresi menggoda dengan bibir bervolume yang merah merekah. Ouh! Apa benar itu pria?! Sehun jadi tidak yakin sendiri.
Beberapa saat kemudian, bersamaan dengan habisnya musik yang terlantun, disaat itu pula tubuh atletis itu terhempas kelantai. Telentang disertai sebuah kekehan kecil dan wajah puas serta nafas yang menderu. Yang membuat Sehun hampir memekik kaget. Ia kira Jongin terpeleset dan jatuh. Tapi ternyata Jongin sengaja melakukan itu, kemudian memejamkan mata.
Sehun mengira kalau Jongin tertidur, karna deru nafas yang tersengal berangsur teratur, dan tak ada pergerakan apapun. Maka dengan degup jantung yang tidak bersahabat, Sehun melangkah mengendap dan jongkok di dekat Jongin yang telentang, sembari membenarkan letak kacamata bulatnya yang melorot. Mengamati tiap detail wajah menawan itu dengan saksama. Mengagumi bagaimana pahatan indah itu terlelap sebegitu cepat. Baru sekali ini Sehun mengamati sunbaenya ini sedekat ini. Sungguh mengagumkan dengan anak rambut yang basah karna keringat.
Hingga tanpa sadar tangannya terangkat menghapus keringat diwajah Jongin menggunakan seragam bagian lengan dengan hati-hati, dan berakhir mengelus sebelah pipi Jongin dengan sangat lembut.
Namun ia tersentak ketika tangan Jongin mencekal tangan Sehun, dan secepat kilat bangkit dari posisinya, duduk berhadapan dengan wajah Sehun pada jarak yang sangat dekat hingga mampu merasakan hembusan nafas masing-masing.
Sehun terpana dengan mata melotot menatap Jongin yang begitu dekat, yang masih menggenggam tangannya, yang kemudian ditarik oleh Jongin kebelakang punggungnya sendiri, hingga jarak wajah mereka semakin sempit.
Detak jantung Sehun semakin berpacu kencang ketika jarak bibir mereka hanya terpaut 3 centi meter saja. Bahkan hidung mereka sudah bersentuhan. Pandangannya serasa terkunci dalam manik hitam Jongin yang menatapnya lembut. Oh jantung!
Sehun terpana, matanya semakin melebar, dan tangannya yang lain mengeratkan genggaman pada mawar merah yang ia dapat diloker tadi, ketika Jongin menutup matanya seraya memiringkan wajah dan semakin mendekat pada wajah Sehun.
Mengecup sebelah pipi Sehun hampir mengenai bibir. Mengecupnya dengan lembut dan penuh perasaan. Rasanya seperti slow motion ketika bibir merekah Jongin menyentuh kulitnya. Bahkan dahi Sehun sampai berkeringat!
Apa ini mimpi?! Tolong jangan bangunkan Sehun!
.
.
THE END
-
-
P.S: halo... ff nya gaje lagi-_- ini pernah di post di grup Hunkai Shipper hehe
oh iya, ada yang tanya 'ikan dori itu kayak apa sih' ya?
tahu movie Finding Nemo? ayahnya nemo ditemenin ikan biru yang namanya dori 'kan? nah, itu ikan dori. haha... gepeng xD
ada juga yg minta I Wanna Kiss You sequel merriege live (bener ga tulisannya?)
jujur, saya ga bisa ngabulin. sungguh saya ga ada ide sama sekali buat itu. jadi saya mohon maaf sebesar-besarnya ya... :( tapi saya ada ff yg hunkai udah nikah, tapi LDR (nahloh gimana tuh-_-a) tapi belum kelar. lagi buntu wkwk /peace man-_-v
oh iya, untuk LM90 sama mutiara, saya balas review kalian lewat PM. udah di cek belom? ._.
yang ga kebalas reviewnya, maap ya sekali lagi... huweee T.T saya bingung T.T oke Winter AL emang kudet-_-
tapi terima kasih banyak sudah mau review... mumumu :*
With Love, Winter AL...