Prince's Prince

Main cast(s) :

- Jeon Jungkook

- Kim Taehyung

- BTS members

Genre : Romance, Drama

Rated : T


Prince's Prince

.

.

.

SEQUEL

.

.


7 Juli 2016

Taehyung tidak tahu bahasa apa lagi yang harus ia ucapkan untuk mengungkapkan rasa bahagianya sekarang. Jungkook sudah sehat ditambah ia sudah resmi menjadi 'suami' pemuda itu.

Setelah resmi menikah dengan Jungkook sore tadi, Taehyung tidak berhenti menempeli pasangan hidupnya sepanjang hari.

Flashback

.
.
.

"Eomma! Appa! Aku bukan perempuan, jadi aku tidak mau berjalan dari pintu gereja ke altar! Tidak lucu."

Jungkook melipat kedua tangannya di depan dada, merajuk keras ke orang tuanya yang hanya terkekeh melihat kelakuannya.

"Tapi posisimu sebagai mempelai wanita di sini, sayang." Ucap ibunya hati-hati.

"Tapi aku bukan wanita, eomma." Ucapnya malas.

Sang ayah tertawa kecil, menepuk pundak anak pertamanya dengan pelan.

"Yasudah, kalau kau tidak mau, kau dan Taehyung berjalan beriringan saja ke atas altar gereja. Bagaimana?" Tawar sang ayah.

Jungkook akhirnya mengangguk kecil, menyetujui ucapan ayahnya.

"Eomma! Appa! Ayo! Ini sudah ramai sekali di luar." Panggil Seokjin dengan riang.

Jungkook tersenyum melihat keceriaan sang adik, hatinya berdegup kencang saat menyadari bahwa hari ini dia dan Taehyung akan resmi menikah.

Jungkook masih sibuk dengan pakaiannya, beberapa wanita sibuk merapihkan penampilannya.

Stelan tuxedo putih, rambut hitamnya yang di belah pinggir, ditata sedemikian rupa sehingga dirinya benar-benar terlihat sempurna -tampak seperti bidadari.

.
.
.

Taehyung memasuki ruangan gereja, ia terdiam di depan pintu gereja dengan senyum yang mengembang di wajah tampannya, semua keluarga Jungkook dan beberapa kawan Taehyung -mereka membuat acara ini semacam private- menatap dirinya dengan takjub.

Stelan tuxedo putih yang sama dengan Jungkook, rambut cokelat dengan poni yang dinaikkan -membuat dirinya terlihat sangat menawan.

Mata Taehyung membulat saat melihat Jungkook datang dan tersenyum kepadanya, calon pendamping hidupnya itu dengan perlahan melingkarkan tangan di lengannya, dan kembali memberinya senyuman yang begitu manis.

"Kau sangat indah, Jungkook." Gumam Taehyung di telinga Jungkook.

Jungkook hanya terkekeh geli mendengarnya. Ia mengamit lengan Taehyung dengan lembut, tangan kirinya membawa sebuket bunga mawar putih dan baby's breath.

Taehyung menyukuri semua keindahan hari ini, Jungkook yang mengucap janji setelah dirinya, tatapan penuh percaya dari pasangan hidupnya, sorakan gembira seluruh keluarga dan temannya.

Hingga bibir lembut Jungkook yang ia pagut begitu perlahan, penuh dengan afeksi mencekat yang membuatnya berdebar.

.
.
.

Akhirnya, mereka menikah.

.
.
.

Flashback end

Jungkook menggerutu kecil di dalam dapur. Daritadi tangannya sibuk memegang capitan yang ia pakai untuk membolak-balikan roti panggang di atas pan.

Taehyung selalu berada di belakangnya, memeluk pinggangnya begitu posesif, dan hal itu membuatnya sedikit risih -masalahnya Taehyung dengan gencar mengendus perpotongan lehernya dan mengecupinya dengan pelan.

Baiklah, mereka memang sekarang sudah tinggal berdua di rumah Taehyung -namun Jungkook masih merasa canggung setiap Taehyung memperlakukannya seperti ini.

Satu tahun menjadi kekasih dan akhirnya menikah tadi sore. Ayolah, bukanlah hubungan mereka lagi hangat-hangatnya?

Mungkin Taehyung lupa bahwa mereka tidak pernah seintim ini saat menjadi sepasang kekasih.

"Hyung, aku sedang berada di depan pan yang panas dan kau masih memeluk pinggangku ditambah mengecup leher ku seperti itu? Kau mau aku terluka?" Ucap Jungkook diiringi cubitan keras pada lengan Taehyung.

Taehyung langsung menjauhkan wajahnya dari perpotongan leher Jungkook. Wajahnya menatap melas ke arah Jungkook yang masih sibuk dengan roti panggangnya.

"Baiklah, aku tunggu di meja makan ya?" Ucap Taehyung.

Jungkook mengangguk kecil dan mempersiapkan roti panggang untuk Taehyung.

.

Waktu sudah menunjukkan tengah malam, Jungkook merasa tubuhnya sangat lelah sehabis acara pernikahannya dengan Taehyung.

Padahal dia tidak melakukan apa pun, kecuali berjalan dari depan pintu gereja ke atas altar bersama Taehyung, dan menyalami beberapa tamu undangan.

Jungkook berbaring di atas kasur Taehyung, ia jadi ingat pertama kali ia tidur di kasur ini berdua dengan kekasihnya. Kenangan yang sangat lucu kalau diingat lagi.

Jungkook melirik perlahan, saat mendengar pintu kamar terbuka.

Taehyung yang baru saja mandi terlihat sungguh menawan di matanya. Rambut cokelat basahnya yang acak-acakkan, celana piyama panjang yang menutupi kaki jenjangnya, dan tubuh bagian atas yang tidak begitu atletis -sehubung Taehyung kurang suka workout- yang tidak dibalut apapun.

Jungkook menutup matanya, pura-pura tertidur saat Taehyung menghadapkan tubuhnya ke arahnya.

Taehyung sibuk mengusak rambutnya sendiri dengan handuk kecil yang dipegangnya. Rambutnya memang masih sangat basah.

"Kook-ah... Aku tahu kau belum tidur, sayang." Ucapnya lalu terkekeh kecil melihat Jungkook mengerutkan wajahnya.

"Memangnya ketahuan sekali ya, hyung?" Tanya Jungkook lalu tertawa kecil dan membuka matanya.

"Iyalah... Oh iya. Kamu tidur dengan itu?" Tanya Taehyung bingung lalu menunjuk tubuh Jungkook yang sudah berbaring dibatas ranjang.

Jungkook menatap tubuhnya sendiri yang dibalut sweater tipis berwarna cokelat yang kebesaran dan celana pendek sepahanya.

"Memangnya kenapa hyung? Ini kan baju normal. Memangnya kau tidak pakai baju atasan setiap tidur." Sindir Jungkook.

"Hei, kata ibumu saat remaja juga kau tidak suka pakai atasan saat tidur." Balas Taehyung yang kini sibuk menjemur handuknya di depan pintu kamar mandi.

"Itu dulu, hyung." Ucap Jungkook.

Ia kembali menutup matanya, mencoba untuk tidur. Sebelum deritan ranjang terdengar olehnya dan tubuhnya terasa terhimpit dibawah tubuh seseorang.

Jungkook merengek kecil, tangannya menjauhkan tubuh Taehyung yang berada di atasnya.

"Hyung... aku ngantuk." Keluhnya.

Taehyung terkekeh. Bibirnya mengecupi pipi Jungkook dengan gemas, membuat Jungkook kembali merengek manja yang sungguh membuat Taehyung kini menatapnya setajam elang.

Jungkook membuka kedua matanya, menatap Taehyung yang kini memberinya sebuah seringai kecil yang sangat tampan dipandangannya.

.

"Hyung?" Jungkook mengangkat kedua tangannya, mengelus belikat sang kekasih yang tidak tertutup sehelai benang pun dengan perlahan.

Jemarinya merambat ke arah pangkal rambut Taehyung yang masih lembab, membuatnya meremang karena sensasi dingin yang ia sentuh.

Taehyung tersenyum melihat wajah Jungkook yang memerah, pandangan kekasihnya yang manis itu benar-benar lemah, sarat akan kelembutan.

"Kau tau apa yang mereka katakan setiap malam pertama pernikahan?" Suara Taehyung yang berat membuat Jungkook menekuk jari kakinya reflek.

Taehyung menjalankan kedua tangannya pada punggung Jungkook, semakin lama menurun dan memasukkannya ke dalam sweater sang kekasih.

"Aku tidak pernah tahu, hyung..." Ucap Jungkook dengan senyum kepolosan, membuat Taehyung semakin menajamkan tatapannya pada setiap pergerakan bibir sang kekasih.

Jungkook melenguh pelan saat tangan besar Taehyung yang hangat meremas pinggangnya dengan sensual, membuatnya terbuai dengan sentuhan sang kekasih.

Taehyung memeluk tubuh Jungkook dan menaikkannya sedikit, membuat wajahnya langsung bertubrukkan dengan ceruk leher Jungkook.

Jungkook menekuk lututnya, memeluk pinggang Taehyung dengan kedua tungkai kakinya yang lemas.

Tubuhnya dengan utuh berada pada pelukan Taehyung yang begitu hangat, intim, dan memabukkan. Seakan Taehyung adalah satu-satunya topangan tubuhnya saat ini.

"Kau sangat cantik, memikat, dan memabukkan. Aku ragu kau mandi dengan air biasa, Jungkook. Aromamu bagai liquor beralkohol tinggi." Gumam Taehyung.

Jungkook tak bisa berkata apapun, pikirannya melayang saat Taehyung mengelus punggungnya dengan perlahan, meremas pinggangnya dengan panas.

"Mereka bilang malam pertama akan dipenuhi deru nafas, teriakan, dan deritan ranjang. Apa kau percaya?" Bisik Taehyung sebelum bibirnya terbuka untuk meraup leher putih susu milik Jungkook.

Jungkook meremat rambut Taehyung dengan pelan, bibirnya terbuka -meraup nafas dengan rakus.

"T-Tae..."

Nafas Jungkook terputus-putus saat kekasihnya kembali mengecup dalam belikatnya yang halus tanpa cacat.

Taehyung menurunkan tubuh Jungkook membuatnya kembali berbaring di atas ranjang.

Kekasihnya mengeluarkan erangan submisif yang begitu merdu saat ia mengecup dadanya dengan pelan.

Taehyung kembali mengangkat wajahnya, membenturkan keningnya pada kening Jungkook yang berkeringat, menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang begitu intens.

Jungkook menahan desahannya saat Taehyung dengan lihai membelai langit-langit mulutnya. Jemarinya meremas rambut Taehyung dengan serampangan.

.

"Aku mencintaimu lebih dari apa pun, Kim Jungkook."

.

"Selamanya."

.

Deritan ranjang, rengekan lemah, kecupan, deru nafas memburu, desahan penuh nafsu, dan suara Jungkook yang memanggil nama Taehyung dengan nada tinggi -menutup malam yang hangat itu.

.

Taehyung membuka matanya. Bibirnya menarik sebuah senyuman saat melihat Jungkook berjalan sedikit tertatih ke arah ranjangnya.

"Kau darimana?"

Suara serak yang berat itu membuat Jungkook menolehkan wajahnya, dan tersenyum kecil melihat Taehyung.

"Membuatkanmu sarapan." Balas Jungkook dengan pelan.

Ia melangkah dengan pelan ke arah Taehyung, dan meringis kecil setelahnya.

"Ya Tuhan... Maaf kalau aku menyakitimu, sayang." Ucapan penuh sesal Taehyung membuat Jungkook tersenyum riang.

Ia mendudukkan tubuhnya dengan hati-hati di dalam pangkuan Taehyung.

"Kau tidak pernah menyakitiku, hyung." Gumam Jungkook pelan.

Taehyung memeluk tubuh kekasihnya, meringis kecil saat Jungkook balas memeluk punggungnya.

"Jungkook, punggungku perih. Kau bisa peluk leherku saja." Ucap Taehyung.

"Hyung... Yaampun." Jungkook bergumam setelah menaikkan badan dan melihat banyak luka cakaran pada punggung Taehyung.

"Maafkan aku, hyung." Gumam Jungkook.

"Sudah tidak apa-apa. Kau lebih sakit pasti." Ucap Taehyung lalu mengecup pelipis kekasihnya.

Taehyung menggendong Jungkook dengan susah payah, membawanya ke meja makan untuk sarapan bersama.

.

Pagi itu terasa hangat dengan candaan mereka berdua.

.

Dengan sebuah janji manis yang membuat keduanya semakin jatuh kedalam cinta yang begitu sempurna.

.

END


tararararara-

akhirnya sudah selesai semuanya hihi ;)

Ini yang minta sequel-nya ya, semoga suka/?

hihi

sincerely,

InfinitelyLove