.Happy Read.
Ost op: Innocence (Eir Aoi)
¤Uchida Tokugawa¤
-Present-
.Naruto belong's Masashi Kishimoto.
Naruto © Kishimoto M.
.Sword Art Online © Reki Kawahara.
.Sword Art Online Belong's Reki Kawahara.
ソード アート · オ ンライン
.SAO.
.NARUTO.
Note: Author mengambil alur cerita didunia SAO dan juga mengambil beberapa jenis monster dan type sword dari game Final fantasy XII ,jadi jika ada readers yang susah memahami alur cerita maka maaf untuk semuanya.
Summary: Dunai fantasy dalam game Online berbasis MMORPG yang digemari oleh banyak kalangan didunia dan sudah banyak dimainkan oleh ribuan kalangan melalui media PC dengan grafik 2 dimensi, namun suatu masa atau lebih tepatnya tahun 2022 dimana ada seorang ilmuan jenius dijepang yang telah menciptakan suatu jaringan game Online MMORPG/Virtual Reality Massively Multiplayer Role-Playing online (VRMMORPG), Sword Art Online (SAO), diluncurkan dengan grafik 4 dimensi seperti halnya dunia nyata yang bisa digunakan dengan menciptakan Nerve Gear yang sudah disebarkan diseluruh penjuru jepang namun tanpa diketahui oleh banyak kalangan dan hanya diketahui oleh pencipta game tersebut bahwa dibalik peluncuran game Online yang berjudul 'Sword Art Online' itu terdapat tujuan besar terhadap jutaan player yang sudah memasuki dunia virtual SAO dengan menggunakan sebuah alat menyerupai helm yang disambungkan ke PC dan mengontrol seluruh syaraf otak agar bisa terhubung dengan server utama.
Bagaimanakah kisah dunia SAO?
.HAPPY READ.
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter I
(Welcome to Sword art online)
-Tokyo-
04'30 Pm
Tap!
Tap!
Tap!
Terlihat seorang pemuda bersurai pirang yang menggunakan kaos tanpa lengan dan bawahan jeans sedang berjalan pelan sambil memasuki halaman rumah yang akhirnya menghentikan langkahnya didepan pintu rumah tersebut kemudian membuka pintu dan memasukinya.
Cklek!
"Tadaima"
"Okaeri Onii-chan!"
Pria pirang yang baru memasuki rumah itu kemudian mengucapkan salam yang langsung dibalas oleh seorang gadis yang seperti kembarannya namun hanya berbeda gender, kemudian pria tersebut melangkahkan kakinya kearah ruang tengah dan duduk disalah satu sofa yang tersedia diruang tersebut diikuti oleh sang adik yang juga duduk disampingnya.
Naruto POV:
Perkenalkan Namaku Naruto Uzumaki dan yang berada disampingku ini adalah adiku terimut Naruko Uzumaki, aku seorang pekerja di perusahaan Game terkenal Square Enix yang termasuk salah satu perusahaan game yang paling besar ikut andil didalam game SAO Online yang aku beli ini dan juga adik imutku ini masih bersekolah serta mempunyai sifat berkebalikan dari aku, jika aku menyukai dan tergila gila dengan namanya Game sedangkan adikku ini sangat membenci game entah karena apa dan saat kutanyai perihal yang membuat dirinya tidak menyukai game, aku hanya mendapat jawaban bahwa bermain game itu membuat kita malas dan melupakan keluarga.
Ok perkataan terakhirnya sebenarnya menyinggungku karena selama ini aku selalu bekerja Peniliti atau mencoba game sebelum diluncurkan dipasaran atau lebih tepatnya aku bekerja di Square enix sebagai staf GM (Game master) / Beta , namun karena pandangan adikku yang menilaiku sering bekerja/Bermain game hampir setiap harinya dan pulang larut malam kecuali hari tertentu membuat dirinya membenci hal yang bernama game dan membuatku menghela nafas perlahan.
Naruto POV end!
Naruto yang sekarang sedang duduk diruang tengah hampir 10 menit kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamarnya namun sebelum melangkah pergi dirinya sempat menatap adiknya yang sedang asyik menonton sebuah acara Salah satu station TV jepang.
"Naruko, Nii-chan akan bekerja, kalau mau makan tinggal ambil dikulkas" Ucap Naruto yang menatap Naruko lembut dan hanya dibalas lambaian tangan, kemudian Naruto melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
Cklek!
Suara Naruto yang membuka pintu dan menutupnya pelan, kemudian Naruto mulai melangkah menuju satu satunya PC yang dirinya punya kemudian menekan tombol power untuk menghidupkannya, sehabis itu dirinya mendudukan diri diatas kasur sambil mengambil bungkusan berisi game yang akan ia coba untuk menguji apakah game tersebut terdapat kecacatan atau tidak.
"Dunia Virtualkah?" Desis Naruto pelan saat melihat bungkus label yang tercetak pada pack Nerve Gear, kemudian Naruto membuka pack tersebut dan menancapkan sebuah kabel pada PCnya yang terhubung pada helm Nerve Gear dan tak lupa dirinya juga sudah memasukan CD game SAO pada PCnya.
"Bersiap untuk berpetualang" Ucap Naruto sambil tersenyum kecil kemudian memasang Helm Nerve Gear dikepalanya dan menidurkan tubuhnya diatas kasur sambil mulai memejamkan kedua matanya.
"Link Star!"
"Silahkan beri nama Avatar anda"
"Naruto"
"process Prototipe I Active"
.
.
"Process Link Active"
.
.
"Process Protipe II Active"
.
.
"Waiting To Sword Art Online"
"3"
"2"
"1"
"Welcome"
"Sword art Online"
Naruto yang sudah merasakan proses Nerve gear berhasil kemudian langsung terdiam beberapa saat ketika melihat keindahan dunia virtual yang tersaji didepan matanya saat ini dimana dirinya sekarang dapat melihat hamparan rumput luas serta sebuah bangunan raksasa yang mengawang diangkasa dan baru kali dirinya melihat keindahan sebuah game yang sangat menawan seperti ini bahkan dari ribuan game yang telah ia coba hanya game ini yang langsung memegang rekor no 1 dalam benaknya.
"Sugoi" Desis Naruto merentangkan kedua tanganya sambil menghirup udara menikmati suasana daerah padang rumput tersebut dalam tenang namun ketenangannya buyar ketika melihat seorang pria bersurai hitam atau player lainya mendekat kearahnya.
"Yo!" Ucap Naruto ketika melihat pria yang mendekatinya itu berhenti beberapa meter dihadapanya, sedangkan pria yang disapa oleh Naruto itu hanya menatap Naruto kalem kemudian mengangguk pelan sebagai respon atas sapaan yang Naruto keluarkan beberapa saat lalu.
"Konnichiwa" Balas pemuda tersebut ramah dan dibalas senyuman lebar oleh Naruto kemudian menepuk nepuk tempat kosong yang berada disebelahnya menyuruh pria tersebut untuk duduk disampingnya dan kemudian dituruti oleh pria tersebut yang sekarang sedang duduk disamping Naruto.
"perkenalkan namaku Naruto" Ucap Naruto mengenalkan dirinya sambil mengulurkan tanganya, sedangkan pria yang berada sampingnya hanya menatap Naruto beberapa saat kemudian membalas uluran tangan Naruto sambil tersenyum tipis.
"Kirito, senang bisa berkenalan denganmu Naruto" Balas Pria yang bernama Kirito itu sambil tersenyum kecil.
Naruto dan Kirito yang sudah berkenalan kemudian hanya diam tanpa ada yang ingin memulai percakapan terlebih dahulu sampai tak terasa bahwa langit dalam dunia SAO itu mulai berwarna jingga menandakan sudah mulai mendekati malam dan akhirnya Naruto bangkit dari duduknya sambil memandang Kirito yang masih memandang langit dalam diam.
"Nee Kirito? Apakah kau masih bisa bermain untuk waktu beberapa saat?" Tanya Naruto membuat Kirito menoleh menatap dirinya ketika mendengar perkataan Naruto barusan.
"Aku mempunyai waktu banyak Naruto, ada apa?" Balas Kirito yang mulai bangkit dari duduknya sambil merengganggkan tubuhnya yang terasa kram karena hampir tiga jam duduk sambil menikmati dunia barunya ini, sedangkan Naruto yang mendengar balasan Kirito barusan kemudian tertawa pelan.
"Kalau begitu temani aku berburu, namun sebelum itu ayo kita kepusat kota untuk melihat perbekalan apa yang bisa kita beli" Ucap Naruto yang membuat Kirito terdiam sesaat kemudian tersenyum kecil.
"Tentu, aku juga belum ada melihat pengumuman untuk Quest dari pertama Login digame ini" Balas Kirito sambil berjalan mengikuti Naruto yang berjalan didepanya menuju sebuah Kota yang terlihat tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada.
"floating Aincrad kah?" desis Kirito pelan tanpa didengar siapapun namun tanpa disadari dirinya, Naruto yang dapat mendengar kalimatnya barusan hanya tersenyum kecil sambil terus melanjutkan langkahnya menuju kota utama dilantai I tersebut.
Tidak sampai tiga puluh menit berjalan Naruto&Kirito telah sampai dikota tersebut dan sekarang dirinya dan juga Kirito sedang berada disebuah toko penjual Weapon untuk membeli pedang yang menurut mereka cocok untuk digunakan berburu habis ini dan sebagai weapon mereka untuk bermain dalam game ini.
"Kurasa pedang ini bagus" Ucap Naruto pelan sambil memegang sebuah pedang berukuran sedang ditanganya dan tanpa disadarinya bahwa Kirito sudah berada disampingnya dan sudah terdapat sebuah pedang dipunggungnya menandakan bahwa dirinya sudah mendapatkan sebuah pedang dari toko tersebut.
"Kurasa pedang tersebut cocok untuk serangan yang lebih cendrung dalam speed" Ucap Kirito dari samping Naruto membuat dirinya kaget karena kemunculan Kirito yang tiba tiba.
"Jangan muncul tiba tiba!" Jerit Naruto kaget namun menghela nafas perlahan, "tapi ketika kau bilang bahwa pedang ini cocok untuk pengguna speed sepertinya dirimu sangat berpengalaman dalam hal seperti ini ya Kirito?" sambung Naruto sambil tersenyum kecil yang membuat Kirito tertawa pelan sambil menggaruk tengkuknya.
"Haha~ nggak kok Naruto, aku hanya suka dengan game jadi hak seperti ini aku sudah mengetahuinya" Ucap Kirito sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sedangkan Naruto yang merasa cocok dengan pedang yang sudah dijelaskan oleh Kirito barusan kemudian melangkah menuju sang penjual untuk membelinya.
Naruto yang sudah membeli pedang yang akan ia gunakan dalam game SAO ini kemudian dirinya dan juga Kirito mulai berjalan kembali menuju pedalaman hutan yang terletak tidak jauh dari kota itu karena menurut dirinya baca bersama Kirito dari papan Hunt yang terdapat dibar bahwa daerah hutan didekat gua itu banyak monster level rendah yang mempunyai exp yang cukup banyak dan dari yang ia lihat dari papan hunt bahwa dihutan tersebut terdapat monster sejenis Troll yang bernama Tomata yang bernilai 300.000 gil (Mata uang SAO ane ganti gil) lumayan untuk perbekalan mereka jika dibagi dua dan juga dirinya dan Kirito sekarang sudah saling melakukan Friend list sebagai pertemanan untuk melakukan party (beberapa player game yang menjadi tim) untuk melawan bos atau memasuki Dungeon yang mempunyai level kesulitan hard bahkan very hard.
"Jadi ini hutannya ya?" Ucap Naruto pelan kemudian melirik jam digital yang tersedia dibar menu untuk Log out dalam game tersebut, "08'30 masih 2jam aku bermain game ini dari awal" Sambung Naruto kemudian melirik Kirito yang juga memandang hutan dihadapanya ini dalam diam.
Sreek!
Sreek!
Naruto dan Kirito langsung memasang posisi waspada ketika mendengar suara ranting semak semak yang saling bergesekan menghasilkan bunyi pertanda terdapat sesuatu disana yang bergerak dan dengan tajam Naruto memperhatikan semak semak yang masih saling bergerak tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Kirito bersiaplah, mungkin bisa saja ini monster" Ucap Naruto waspada sambil menggenggam pedangnya erat dan tidak jauh berbeda dengan Kirito yang juga melakukan hal sama seperti Naruto.
Srek!
Srek!
Naruto dan Kirito semakin waspada ketika kembali mendengar suara pergerakan dari semak semak namun ketika mahluk atau yang Naruto anggap monster itu menampakan diri membuat Naruto sweatdrope dan Kirito yang menghela nafas pelan.
"Ternyata hanya anak babi hutan" Ucap Naruto sweatdrope saat melihat mahluk yang ia kira monster ternyata adalah seekor anak babi hutan ketika melihat bar mahluk didepanya itu bertuliskan Baby Pig dan membuat Naruto menghela nafas pelan namun perhatianya teralihkan ketika mendengar perkataan Kirito yang berada disampingnya dan juga sedang memperhatikan Anak Babi hutan tersebut.
"Etto~ Naruto?" Panggil Kirito pelan yang membuat Naruto menoleh menatapnya.
"Ada apa Kirito?" Balas Naruto dengan tanda tanya yang bermunculan diatas kepalanya sedangkan Kirito hanya menyipitkan kedua matanya seperti memikirkan sesuatu sambil menatap anak babi hutan yang masih berada disemak semak beberapa meter dihadapan mereka tersebut.
"Kurasa ada yang aneh Naruto? ,bukankah ukuran anak babi tersebut hampir sama seperti ukuran babi hutan dewasa didunia nyata malah lebih besar ini dan jika anak babi hutan ini bukan tergolong monster dan hanya pelengkap grafik dalam game maka yang monster adalah..." Ucap Kirito panjang lebar dan menghentikan kalimat terakhirnya ketika merasakan tanah yang ia pijak mulai bergetar serta suara pepohonan didalam hutan yang bertumbangan seperti ditabrak sesuatu yang raksasa sedangkan Naruto yang berada disampingnya hanya meneteskan keringat dingin ketika merasakan getaran pada tempat yang ia pijak sekarang.
"Kurasa kau benar Kirito, Jika yang monster bukan bayinya maka Monternya adalah.."
Drrt!
Drrt!
Groaaar!
"Induknya!"
Jerit Naruto ketika melihat seekor babi hutan setinggi 4 kaki yang sedang berlari kearah dirinya dan juga Kirito sambil menatap Buas.
"Alihkan perhatianya Kirito aku akan melakukan Double dash untuk menghabisinya" Ucap Naruto yang molempat kesamping untuk menghindari serangan babi tersebut, sedangkan Kirito hanya mengangguk sebagai respon perkataan Naruto barusan, kemudian dirinya melompat kearah babi dan berdiri dihadapanya guna mengalihkan perhatian babi raksasa tersebut.
Naruto yang melihat bahwa perhatian babi raksasa tersebut sedang menuju Kirito yang berada dihadapanya kemudian membuat kuda kuda seperti ingin melakukan tebasan dan tiba tiba dengan perlahan pedang Naruto mulai mengeluarkan sinar merah terang dan akhirnya...
"Technique Double Dash Active"
Slaaasshhh!
Pyaar!
Dengan kecepatan tinggi Naruto langsung melesat menembus tubuh babi tersebut kemudian menebasnya yang akhirnya membuat Babi tersebut hancur menjadi pacahan cahaya atau Software dan memunculkan papan bar Exp serta Gil yang diterima karena berhasil membunuh monster dihutan tersebut.
"Wow Exp monster tersebut ternyata besar juga" Ucap Naruto pelan ketika melihat levelnya naik sehabis membunuh monster tersebut dan sama halnya seperti Kirito yang juga naik level, kemudian Naruto kembali melanjutkan langkahnya memasuki hutan tersebut diikuti Kirito untuk menemukan buruan mereka.
"Kurasa buruan kita serang dilihat oleh warga sekitar didaerah gua yang terlet-!"
Teng!
Teng!
Teng!
Perkataan Kirito terhenti ketika dirinya dan juga Naruto mendengar suara Lonceng dari bangunan utama didaratan tersebut berbunyi menandakan bahwa seluruh player harus berkumpul untuk mendengar hal penting/darurat yang bisa saja Quest, Maintance, atau Server error.
"Lonceng berbunyi? Kurasa ada hal pemberitahuan dari Server utama" Ucap Naruto ketika mendengar suara Lonceng yang berdentang keras keseluruh penjuru daratan tersebut kemudian Naruto mengeluarkan sebuah batu berbentuk persegi dari saku celananya dan hal tersebut juga dilakukan oleh Kirito yang memegang sebuah batu berbentuk persegi seperti Naruto.
"Kurasa kita harus kesana Kirito" Ucap Naruto sambil menatap Kirito yang juga sedang menatapnya dan dibalas anggukan pelan, kemudian tubuh Naruto dan Kirito mulai bercahaya yang semakin lama semakin terang dan akhirnya menghilang.
"Teleport!"
"Teleport!"
Sriing!
Naruto dan Kirito yang sudah berteleport dan muncul dalam aula bangunan utama didaratan tersebut kembali tercengang karena melihat jutaan player lain yang berkumpul disini bagaikan lautan manusia menunggu informasi dari server utama yang menyuruh mereka berkumpul disini.
"game ini telah mendunia dalam waktu sekejap" Desis Naruto pelan sambil melihat lautan manusia yang terkumpul dalam aula tersebut, namun semua orang didalam aula tersebut langsung teralihkan perhatiannya termasuk Naruto dan Kirito ketika mendengar suara Warning yang terdengar berulangkali serta langit langit SAO mulai bermunculan tulisan Warning yang pertama hanya satu kemudian dua,tiga,empat dan terus semakin banyak yang akhirnya langit SAO yang awalnya biru indah berawan sekarang menjadi berwarna merah dengan tulisan Warning memenuhi seluruh langit dan dengan perlahan dari sela sela langit tersebut mulai mengeluarkan cairan seperti darah yang semakin lama semakin banyak membentuk suatu sosok mahluk raksasa yang mengawang dihadapan para jutaan player SAO yang mulai panik tersebut.
"Kerusakan serverkah?" Ucap Naruto pelan sambil menatap sekelilingnya dimana para player SAO lainya mulai panik dan ingin Log out namun sayangnya dan ajaibnya pilihan Log out yang seharusnya tersedia tepat dibawah pilihan Option di Bar menu telah hilang entah kemana dan membuat seluruh Player SAO tidak dapat Log out dan hal tersebut semakin membuat kepanikan bertambah besar.
"Para pemain sekalian! Selamat datang didunia saya!" Ucap Sosok yang sedang mengawang diudara tersebut membuat Naruto dan Kirito menaikan alisnya pertanda bingung.
"Dunia saya? J-jangan jang-!"
"Nama saya adalah Kayaba Akihiko dan saat ini, saya adalah satu satunya yang bisa mengendalikan dunia ini"
Kalimat Naruto terhenti dan shock ketika mendengar perkataan selanjutnya dari sosok yang sedang mengawang diudara tersebut yang berarti bahwa seluruh player yang tidak bisa melakukan Log out bukanlah kerusakan server akan tetapi adalah ulah Akihiko Kayaba yang mempunyai tujuan tentang kejadian ini, namun Naruto kembali fokus kearah objek diudara tersebut ketika melihat sepertinya akan mengatakan sesuatu kembali.
"Saya yakin kalian pasti sudah menyadari kalau tombol log out telah hilang dari menu utama, tapi ini bukanlah kerusakan pada Game, namun ini adalah fitur dari Sword Art Online dan Player tidak bisa Log out atas kemauanya sendiri sebab Nerve Gear tidak dapat dihentikan lewat dunia luar dengan kata lain mustahil untuk melarikan diri dari hal ini dan jika hal itu dilakukan" Ucap Sosok tersebut yang diakhir kalimatnya sempat menghembuskan nafas pelan "Maka pemancar yang ada didalam Nerve Gear akan memancarkan sinyal gelombang pendek yang kuat lalu menghancurkan otak dan seluruh syaraf kalian yang mengakhiri hidup kalian disini dan didunia nyata" Sambung sosok tersebut yang membuat seluruh player disana panik.
"Y-yang benar saja!"
"Ini Gila!"
"selamatkan aku!
Suara yang terdengar dari seluruh penjuru aula tersebut bahkan diantara mereka ada yang ingin keluar dari aula namun terhalang oleh sebuah barier transparan yang sepertinya adalah sebuah perangkat lunak yang melindungi daerah tersebut agar tidak ada yang keluar saat pengumuman sedang berlangsung, sedangkan Naruto dan Kirito hanya terdiam sambil terus mendengarkan perkataan dari sosok Kayaba akihiko sang pencipta game SAO ini.
"apa yang ia bicarakan?" Ucap Kirito ketika mendengar perkataan dari sosok Kayaba Akihiko beberapa saat yang lalu dan membuat Naruto menatapnya.
"Memang benar, kalau sinyal pemancar itu bekerja seperti Oven Microwave jika penghambatnya dimatikan maka benda itu bisa membakar otak" Jelas Naruto membuat Kirito menaikan sebelah alisnya bingung.
"Lalu? Jika kita memotong aliranya? Bukankah itu bekerja?" Tanya Kirito lagi sambil menopang dagunya perlahan dan juga memikirkan bagaimana kedepanya bagi dirinya dan juga Naruto.
"Kurasa tidak Kirito, kau tahukan bahwa Nerve Gear mempunyai baterai cadangan? Dan jika hal itu terjadi maka kejadiannya pun akan sama, namun sebenarnya dibagian bungkus SAO terdapat sebuah peringatan bagi para pemain nam-!" perkataan Naruto kembali terputus ketika Akihiko Kayaba memotong ucapanya atau lebih tepatnya melanjutkan kalimat selanjutnya dari perkataanya dan itu kembali membuat seluruh player SAO disana panik.
"Sayangnya beberapa teman dan keluarga para pemain menghiraukan peringatan tersebut dan melepaskan Nerve Gear secara sengaja, Hasilnya dua ratus tiga belas pemain keluar dari dunia Aincrad dan juga dari dunia nyata untuk selamanya" ucap sosok tersebut yang kembali memancing kepanikan dan ketidak percayaan dari para player disana.
"D-dua ratus tiga belas?!"
"T-tidak mungkin! Itu mustahil!"
Teriak beberapa pemain yang berada disana sedangkan player lain kebanyakan menundukan kepala dan juga ada yang menangis sepertinya hal ini adalah sebuah tekanan besar terhadap mereka dan Akihiko Kayaba yang melihat respon para player tersebut kemudian membuat sebuah hologram layar menampakan beberapa berita mancanegara yang memberitakan tentang kasus korban Nerve Gear diseluruh dunia.
"Seperti yang kalian tahu, Organisasi pemberitaan diseluruh dunia sedang melaporkan semua ini, termasuk berita kematianya, jadi mulai sekarang kalian bisa meminimalisir bahaya dari melepas Nerve Gear secara sengaja, dan kuharap kalian akan tenang serta berusaha untuk menyelesaikan permainannya" Jelas Sosok tersebut dan sukses membuat Naruto mendecih karena tidak berhasil menemukan jalan keluar dari masalah ini.
"Cih! Kurasa bukan hanya ini tujuanya" Desis Naruto pelan sambil menatap tajam hologram sosok mahluk yang sedang mengawang diudara tersebut.
"Tapi aku ingin agar kalian mengingat ini baik baik bahwa tidak ada lagi cara untuk menghidupkan kembali siapapun didalam game ini, ketika ada pemain yang mencapai point nol maka mereka telah lenyap dari game ini untuk selamanya dan diwaktu bersamaan otak mereka akan dihancurkan oleh Nerve Gear" dan perkataan kali ini sukses membuat seluruh player disana menjerit ketakutan bahkan Naruto serta Kirito melebarkan matanya sehabis mendengar kalimat yang diucapkan sosok Akahiko Kayaba tersebut.
"Namun ada satu cara untuk dapat mengeluarkan kalian dari sini yaitu menyelesaikan permainan ini, saat ini kalian berada dilantai terbawah Aincrad (Lantai I) dan jika kalian berhasil melewati setiap lantai serta mengalahkan bos ditiap Lantai yang ada, maka kalian akan naik ke level selanjutnya kemudian kalahkan boss terakhir (Final boss) yang berada dilantai 100 dan jika kalian berhasil mengalahkanya maka permainan ini selesai" Sambung sosok tersebut yang membuat beberapa jeritan panik yang sempat terdengar menghilang digantikan suara resah khawatir antar player.
"Menyelesaikan sampai lantai 100? Itu mustahil!"
"Ja-jangan mengada ada!"
Suara resah yang terdengar dari beberapa player ketika mendengar bagaimana cara menyelamatkan nyawa mereka dari dunia ini, sedangkan Naruto hanya terdiam kembali sesaat sehabis mendengar perkataan Akihiko Kayaba tersebut.
"Bahkan Beta Tester pun akan susah bahkan mustahil menyelesaikanya" Desis Naruto datar.
"Dan yang terakhir aku telah menambahkan hadiah ketempat penyimpanan barang kalian, silahkan check sendiri." Ucap sosok tersebut yang membuat seluruh player disana segera membuka bar menu dan memilih arsip penyimpanan dan dalam arsip tersebut terlihat item baru yang telah diberikan oleh sosok tersebut kepada seluruh player SAO.
"Cermin?" Ucap Kirito bertanya tanya ketika melihat item yang diberikan adalah sebuah Cermin, kemudian dirinya mengklik tombol Use terhadap cermin tersebut.
Sringg!
Muncul sebuah cermin berukuran sedang dihadapan Kirito dan kemudian dipegangnya namun tiba tiba seluruh player yang telah menekan tombol Use pada cermin tersebut mulai bercahaya terang termasuk dirinya dan juga Naruto entah karena apa.
Srring!
Sesudah cahaya tersebut menghilang dengan perlahan Kirito membuka matanya dan dirinya dapat melihat banyak perubahan atau keanehan pada setiap player namun tidak sampai beberapa detik dirinya juga shock saat merasakan bahwa tubuh yang ia gunakan bukan avatar melainkan tubuh aslinya seperti didunia nyata.
"Kau baik baik saja Kirito?"
Kirito yang mendengar suara Naruto dari arah sampingnya kemudian menolehkan kepalanya dan melihat Naruto yang tidak mengalami perubahan sama sekali smdan masih sama seperti tadi yang berarti bahwa Naruto menggunakan kriteria tubuh aslinya ketika membuat avatar.
"Aku baik baik saja Naruto" Balas Kirito pelan, "namun bagaimana ini bisa terjadi?" sambungnya pelan namun masih bisa didengar oleh Naruto.
"Pemindaian" Jawab Naruto yang membuat Kirito mendongak menatap dirinya, "Nerve Gear menutupi seluruh kepalamu dengan perangkat sinyal kerapatan tinggi jadi benda tersebut bisa menscan/melihat seperti apa wajah aslimu" sambung Naruto membuat Kirito terdiam sambil mengepalkan genggamannya erat.
"Cih ini akan sangat merepotkan" Desis Kirito pelan sehabis mendengar perkataan Naruto barusan.
"Saat ini, kalian pasti bingung 'Kenapa?' Akihiko Kayaba ilmuan pencipta Sword Art Online dan Nerve Gear melakukan semua ini? Sebab tujuanku telah tercapai!" Semua player disana kembali terdiam ketika Akihiko Kayaba melanjutkan perkataanya dan menghentikan kalimat akhirnya untuk menghela nafas pelan, "Aku membuat Sword Art Online untuk suatu tujuan tertentu, Untuk membuat dunia ini dan ambil bagian didalamnya, dan sekarang semuanya sudah terlaksana dan tinggal bagaimana kalian mengakhiri game ini, dan juga ini adalah akhir dari penjelasan peluncuran resmi Sword Art Online, Jadi semoga berhasil para pemain sekalian" Sambung Akihiko Kayaba yang dengan perlahan tubuhnya mulai menghilang bagaikan hantu meninggalkan jutaan player dalam aula tersebut dan ajaibnya langit SAO yang semula berwarna merah sudah kembali menjadi langit jingga khas sore hari.
Dan tanpa disadari Naruto yang hanya diam sedari tadi sekarang sedang mengepalkan kedua tanganya erat bahkan Kirito yang berada disampingnya dapat mendengar suara gemeletuk gigi milik Naruto.
"Semua ini nyata, Sijenius yang membuat Nerve Gear dan membuat ruang maya Akihiko Kayaba, aku tahu karena mengaguminya sedari dulu, namun semua yang dia katakan adalah benar! Dan jika aku mati didunia ini maka aku akan benar benar lenyap! Jadi satu satunya jalan adalah..." Desis Naruto sambil mengepalkan tanganya kuat, "Menjadi kuat dan menyelesaikan permainan ini" Sambung Naruto dengan nada datar dan ekspresi yang Naruto keluarkan tidak jauh berbeda dengan ekspresi Kirito yang berada disampingnya sekarang.
Tap!
"Mau kemana kau Naruto!?" Ucap Kirito dengan nada yang agak nyaring ketika menyadari bahwa Naruto sudah melangkah menjauh dari kerumunan orang yang berada diaula tersebut menuju altar teleport sentinel yang menghubungkan keseluruh lantai level dalam dunia SAO, sedangkan Naruto merasa ada yang memanggilnya kemudian menoleh dan dirinya dapat melihat Kirito sedang melangkah mendekat kearahnya.
"Aku akan berjuang dan menyelesaikan permainan ini Kirito! Dan terimakasih atas pertolonganmu selama ini" Ucap Naruto pelan kemudian mulai mengaktifkan crystal teleport namun sebelum dirinya menekan tombol active, dirinya merasakan seseorang menggenggam pergelangannya erat dan saat melihat siapa pelakunya ia dapat melihat tatapan tajam dari iris onix Kirito yang berada tepat dihadapanya.
"Aku juga muak dan ingin menyelesaikan game ini Naruto! Namun percayalah bahwa dirimu sendiri masih belum cukup kuat untuk menyelesaikan game ini" Desis Kirito tajam sambil memegang kerah Naruto, "Jadi jangan naif dan egois! Aku akan membantumu! Meskipun kita akan gagal ditengah namun setidaknya kita pernah berjuang sampai titik darah penghabisan!" sambung Kirito sambil tetap mencengkram kerah Naruto yang sekarang menatapnya datar.
Tep!
"Wakatta, lagipula kurasa berparty denganmu tidak terlalu buruk" Ucap Naruto datar kemudian melepaskan cengkraman Kirito pelan, namun diakhir kalimatnya Naruto tersenyum lebar dan mengulurkan tanganya kearah Kirito yang juga tersenyum kecil ketika melihat dirinya tersenyum.
"Jangan meremehkanku Naruto" Ucap Kirito sambil melangkah menuju samping Naruto dan ditanganya juga memegang crystal teleport seperti halnya Naruto, "Kemana tujuan kita selanjutnya?" sambung Kirito sambil melirik Naruto yang sedang tersenyum kecil.
"Lantai I daerah barat Valley Torbana"
"Teleport"
¤TBC¤
ソード アート · オ ンライン
Yosh! Akhirnya selesai juga!
Untuk readers yang susah memahami alur cerita, author mohon maaf ^^ , dan rencananya fic ini akan lebih cepet upnya karena ada beberapa anggota/temen yang membantu pembuatan alur cerita Naruto/SAO ini ^^
.Dont Like Dont Read.
END OST: Nevereverland (Nano)
.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.
.Sword Is Life Belong's Uchida Tokugawa.
.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.
-SAYONARA-