..

Warning!
Yaoi area, boyxboy, pisangxpisang. Typo berserakan.
Tidak di peruntukan anak di bawah umur dan bagi kalian-kalian yang homophobic!
Nekad? Ya tanggung sendiri akibatnya~~

..

Cute Maid!

.

Original story by
Izahina98

.

Summary : Baekhyun kalah taruhan main PS dan dia harus mau menerima hukuman dari kekasih tiangnya.

.

Don't Like? Don't Read!

..

Musim panas telah tiba, begitupula musim liburan. Berbulan-bulan terjebak di tempat bernamakan 'sekolah' sudah cukup membuat kepala pening bukan main. Setidaknya mereka bisa bernafas tenang untuk sementara waktu sebelum Ujian akhir, beberapa bulan berikutnya. Jika beberapa orang memilih pantai atau kolam berenang sebagai destinasi liburan. Tidak dengan dua orang pria berbeda tinggi ini. Kediamannya bising karena teriakan mereka, teriakan cempreng yang lebih kecil lebih tepatnya. Beberapa snack dan cola terlihat di dekat mereka, berserakan dan mengotori karpet cokelat berbulu dengan gambar panda di atasnya.

Si rambut highlight mengerucut lucu, sebelah tangannya meraup keripik kentang dari dalam bungkus kemasan itu lalu membawanya kedalam mulut sekaligus hingga menimbulkan bunyi 'krauk' yang khas. Sedang matanya masih sibuk menatap objek bergerak di depannya, jemarinya dengan lincah memencet tombol-tombol stick.

"Yeyy! Aku menang lagi!" Ia berteriak kegirangan.

Pria berambut menyerupai permen kapas di sebelah membanting stick PS nya, mencomot potongan Pizza Macaroni Beef terakhir dari dalam kotak, "Sial, aku kalah lagi!" Ia mengunyah potongan pizza itu dengan brutal.

"Rasanya tidak seru juga ya kalau cuma bermain begini saja."

Chanyeol menyibak poninya kebelakang, melirik pria mungil itu dengan tatapan 'lalu kau maunya bagaimana?'

"Hmm.." Jemari lentiknya mengetuk-ngetuk dagu, sedang bola matanya bergerak keatas—nampak berpikir. Tak lama ia menjentikan jari dengan senyum merekah. "Apa?" Chanyeol menaikan sebelah alisnya bingung.

"Bagaimana jika kita taruhan saja?"

"Taruhan?"

"Yap! Yang kalah harus menuruti 3 kemauan si pemenang, apapun itu. Bagaimana?"

Pria yang lebih tinggi nampak menimang-nimang, melirik kekasih mungilnya yang sedang memasang wajah penasaran.

"Apapun kemauannya?" Chanyeol mengulangi lalu di jawab oleh anggukan antusias dari si kecil.

"Call!"

Baekhyun memekik kegirangan, kedua tangannya terangkat ke udara persis seperti bocah sekolah dasar yang baru saja di berikan ice cream. Ia kembali meraih stick PS berwarna putih itu tanpa tau jika si telinga peri tengah menatapnya dengan seringaian. Oke, itu terlihat mengerikan.

Baek, sepertinya kau salah karna sudah membuat perjanjian dengan iblis mesum macam Chanyeol.

Sudah terhitung 2 jam berlalu sejak perjanjian yang mereka buat. Keduanya sama-sama nampak fokus pada layar LCD TV, tangannya terus bergerak menekan-nekan tombol agar 'character' dalam game itu bergerak sesuai keinginannya. Suara riuh dari dalam game terdengar nyaring di ruangan itu karna memang hanya ada mereka disana.

Kalian bertanya kemana penghuni yang lain? Semua sibuk dengan acaranya masing-masing. Mama dan Papa Park sedang berada di luar negeri untuk bisnis, biasalah orangtua tipe pekerja keras. Sedangkan Yoora nuna sedang asik berkencan dengan pacarnya, mungkin nanti malam baru pulang. Oh ya, mereka memang sedang berada di kediamannya Chanyeol ngomong-ngomong.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya saat tulisan 'Game Over' terpampang jelas di depan mata dengan skornya yang di bawah Chanyeol, selisihnya hanya sedikit padahal. Di melemparnya stick tak bersalah itu hingga terpelanting cukup jauh dari kakinya. Ia melirik Chanyeol yang sedang menatapnya dengan raut wajah yang err…entahlah, sulit untuk diartikan.

"Kau ingat perjanjiannya 'kan?"

Dia yang buat, dia juga yang kena. Sungguh sial sekali kau, Byun.

"Iya, aku ingat."

Harusnya ia tidak membuat pertaruhan konyol ini jika bakal begini jadinya. Baekhyun meruntuk dalam hati saat ingat jika kekasihnya ini punya tingkat kemesuman di atas rata-rata. Kedua tangannya terus saja menariki bagian bawah pakaiannya, matanya melirik malu-malu pada Chanyeol yang tengah menatapnya lapar. Ugh!

"Chanyeol, jangan menatapku seperti itu! aku malu!"

"Kenapa? Kau terlihat imut dengan pakaian seperti ini. Aw—aku tak salah menerima usulan si albino Sehun." Chanyeol tertawa pelan.

"Tapi ini terlalu pendek tahu!" Baekhyun memanyunkan bibirnya, tangannya masih setia menariki rok pendek yang hanya bisa menutupi sebagian pahanya. Ah—bukan sebagian tapi sedikit.

Jika di bilang imut, tentu saja. Baju maid tanpa lengan berwarna hitam dan putih itu terlihat sangat cocok di tubuh mungilnya. Dia jadi mirip seperti character moe di anime dengan pita putih di kedua pergelangan tangan. Stoking jaring berwarna hitam membalut kaki-kaki pendeknya, dari bawah hingga atas dengkul. Rok berendanya terus ia pegang, takut-takut brief ketatnya terlihat. Padahal percuma saja. Nyatanya bokong montoknya masih bisa Chanyeol lihat. Bagian atasnya juga sedikit tersingkap ketika ia bergerak, memperlihatkan kulit perutnya yang putih dan mulus. Oh ya, jangan lupakan bando berwarna senada di rambutnya, membuat Baekhyun terlihat semakin manis.

Uwh! Sepertinya liurmu sudah menetes sejak tadi, Park!

Chanyeol menggeleng cepat, menghapus pikiran kotor dari otaknya. Ia hanya ingin lebih lama menikmati ini. Kaki jenjangnya ia bawa melangkah keluar, menuruni anak tangga perlahan menuju ruang makan. Baekhyun hanya diam, mengekori Chanyeol layaknya anak ayam.

"Aku lapar. Masakan aku makanan!" Perintah Chanyeol. Tangannya terlipat di depan dada dengan tubuh bersender pada badan kursi, persis seperti bos besar.

"Tapi, Chan—"

"Tuan." Baekhyun mengernyit tak mengerti, "Kau itu maidku. Sudah seharunya kau memanggilku dengan sebutan Tuan." Ujarnya dengan sudut bibir tertarik.

"Huh? Memangnya kau pi—"

"Kau mau kuhukum, eoh?" Potongnya cepat. Baekhyun menghela nafas berat lalu berbalik menuju konter dapur, percuma juga kalau membantah. Dengan langkah sedikit terhentak ia membuka kulkas, mengambil satu persatu bahan makanan. Mungkin dia akan membuat omurice, karena hanya makanan itu yang ia kuasai dengan benar. Menyusahkan sekali, pikirnya.

Sepasang mata phoenix itu tak lepas dari objek di depannya. Baekhyun bagaikan oasis di padang sahara yang menyegarkan jiwa raga. Setiap gerakan kecil yang Baekhyun lakukan, tak satupun luput dari penglihatan. Ia menegguk liurnya susah payah saat Baekhyun berjinjit dengan satu tangan terangkat, hendak meraih sesuatu di bagian teratas konter. Yang tentu saja membuat kulit mulusnya itu terpampang semakin jelas di depan mata Chanyeol. "Errr—Dia seksi sekali."

Setelah bermenit-menit Chanyeol lewati dengan keringat dingin. Akhirnya, Baekhyun sudah selesai dengan Omurice Kimchinya. Aroma harum masakan langsung menusuk indra penciuman, membuat perutnya meraung minta di isi.

"Silahkan, Tuan."

Pria bersurai permen itu menatap Baekhyun intens, membuat yang ditatap menunduk dengan rona merah yang ketara. Kedua kakinya sontak merapat ketika tatapan sang dominan mengarah kesana. Chanyeol mengibaskan tangannya, menepuk-nepuk paha—mengisyaratkan agar anak itu mendekat. Baekhyun mengangguk pelan lalu dengan ragu mendudukan tubuhnya menyamping diatas paha sang 'tuan'nya. Refleks sebelah tangan Chanyeol memegangi pinggang si kecil agar tak terjerembab ke belakang.

"Suapi aku." Titahnya penuh penekanan.

Piring berisikan omurice itu ia bawa di tangan, meraih sendoknya lalu menyendokkan sesuap omurice kedalam mulut Chanyeol. Anak itu akan kembali menunduk malu-malu saat mata mereka bersiboborok. Membuat Chanyeol gemas sendiri melihatnya. Emang dasarnya Chanyeol itu mesum, tangannya yang menganggur kini sudah melesak masuk kedalam pakaian Baekhyun, mengelusi punggung halus itu dari atas hingga kebawah lalu menyelipkan tangan di antara rok. Meremas-remas bokong montok itu dengan kuat, membuat mata Baekhyun langsung terpejam rapat.

"Kenapa diam, hm? Cepat suapi aku lagi." Ujar Chanyeol tanpa melepaskan rematannya. Tangannya justru semakin nakal di bawah sana. Lubang berkerut itu ia goda dengan jemari, memasukan jari tengahnya hingga membuat si mungil berjengit.

Kau ini! Bagaimana bisa Baekhyun menyuapimu jika kau menggodanya terus, Park?

"Cepatlah."

Baekhyun mengangguk patuh, kedua matanya kembali terbuka. Dengan gemetaran ia mengarahkan sendok kembali kedalam mulut Chanyeol. "Mhh..Nghh.." Dan Chanyeol semakin bersemangat mengerjai kekasihnya. Setiap suapan akan di hadiahi tusukan langsung dari Chanyeol, menusuk tepat mengenai prostat Baekhyun. Tubuhnya bahkan sudah mencondong kedepan, membuat Chayeol semakin leluasa.

"Ng.. Chanhh..." Anak itu kembali mendesah saat Chanyeol mengerjai sisi kanan leher; menyesap, mengigit lalu menjilati bekas gigitan itu dengan gaya sensual. Cuping telinga Baekhyun tak luput dari sapuan lidahnya, ujungnya ia gigit dengan gemas membuat Baekhyun merengek kegelian. "Chanyeoliehh...Janganhh di gigithh!"

Chanyeol meniup ceruk leher si kecil membuat bulu kuduk Baekhyun meremang, "Panggil aku Tuan! Apa kau ingin aku hukum, hm?" Bisiknya seduktif.

"Ngahhh—Ah! Tidakhh Tuan. Maafkan akuhh.." Baekhyun berujar susah payah, tubuhnya menegang saat sentuhan itu berpindah di dadanya. Chanyeol meremas dada Baekhyun dengan gerakan memutar, menekan-nekan tonjolan menggemaskan itu dengan ibu jari lalu meninggalkan kecupan ringan diatas kulit lengan Baekhyun.

"Ckph.. Kau membuatku ingin memakanmu saat ini, baby!" Chanyeol menggeram, kedua sisi pinggang Baekhyun ia cengkram, membalik tubuh itu agar menghadapnya kini. Baekhyun langsung mengalungkan lengannya di leher Chanyeol, memilin rambut pemen kapasnya dengan jemari.

"Makan aku, Tuan."

Oke. Jawaban itu membuat Chanyeol bersorak gembira dalam hati. Pakaian bagian atas Baekhyun Chanyeol angkat lalu dengan sengaja membiarkan pakaian itu tersangkut di antara lipatan tangan Baekhyun. Sang dominan mendongak, meraup bibir semerah cherry itu dalam sebuah pangutan lembut. Baekhyun yang posisinya sedikit lebih tinggi lantas menunduk, membalas lumatan Chanyeol dengan gerakan abstrak. "Hmmhhm…Tuanhh, sebentar. Aku harush—hmpttt.." Chanyeol membungkam mulut itu, mengabaikan rengekan si kecil di sela pangutan.

Jujur saja, lengannya sudah pegal karena posisi ini. Ia ingin sekali melepas pakaian yang sialnya malah tersangkut, ia jadi tidak bisa bergerak bebas.

"AKHH—Ahnn...tuanhh.."

Baekhyun menjerit saat penis besar itu sukses menerobos lubangnya tanpa melepas rok mini yang masih menggantung di pinggul rampingnya. Lehernya terjulur dengan kedua mata yang buka-tutup. Chanyeol berhenti sesaat, menggeram nikmat saat kejantanannya di cengkram kuat oleh lubang berkerut kesayangannya. Puting Baekhyun kembali terselip diantara belahan bibir Chanyeol; menggigiti serta menyedot benda itu kuat layaknya bayi kelaparan.

"Ah..mhmhh..Ahnnn—tuanhh. Lebih cepathh lagihh kumohonn.."

Anak itu dengan sendirinya bergerak, mengangkat tubuhnya lalu kembali terduduk—membuat penyatuannya semakin dalam ia rasakan. Bibirnya terbuka dengan tetesan saliva di sudut bibir, kedua matanya setengah terbuka saat titik ternikmatnya terus di tubruk tanpa ampun. Suara peraduan kulit semakin terdengar nyaring seiring pergerakan mereka yang semakin cepat. Jemarinya yang kesemutan mulai menariki helaian rambut Chanyeol, menekan kepala itu pada ceruk leher.

"Kau..ngh..sempit sekali, baby!" Chanyeol mendongak, menatap wajah memerah Baekhyun dari bawah.

Bibir mereka kembali bertemu, kembali mengecapi rasa masing-masing. Chanyeol menyedot bibir bawah Baekhyun sedangkan si mungil asik menyesapi bibir atas si dominan. Suara kecipak khas terdengar memenuhi ruang makan. Bersyukurlah karna suasana tengah sepi sekarang.

"Ahh! Akhh..aku..sebentar lagihh.." Kepalanya menggeleng kuat saat sebelah tangan Chanyeol sudah menggengam kejantanannya. Mengurut serta memainkan dua bola kembar di bawahnya, membuat desah-desah kenikmatan semakin gencar di layangkan si mungil. Hingga akhirnya,

"Nyahhhh.. Tuanhhh.."

Anak itu melolong nikmat saat ia berhasil meraih orgasmenya. Tak lama kemudian Chanyeol menyusul. Kedua tangan Baekhyun terkepal erat di bahu Chanyeol, merasakan tembakan cairan sperma di dalam lubangnya, menyembur memenuhi perutnya. Bahkan sebagian cairan itu menetes di sela bokong sintalnya.

"Hah..hah.."

Kepalanya terkulai lemas di ceruk leher sang dominan, hidungnya kembang kempis—mencoba mengais oksigen untuk paru-paru. Chanyeol tersenyum. Ia memegang kedua pundak Baekhyun dan mendorongnya pelan hingga kedua netra mereka bertemu. Si dominan menatapnya intens sedangkan si submissive hanya bisa menatapnya sayu dengan semburat kemerahan yang tak lepas dari pipi tembamnya.

"Ugh! Kenapa calon istriku bisa seimut ini, hm?" Chanyeol mencoel ujung hidung Baekhyun, membuat rona kemerahan itu semakin menjalar bahkan hingga ke telinga.

"Berhenti menggombal!" Pekiknya malu.

"Loh kenapa? Memang benar bukan?" Kening mereka menempel kini, membuat nafas hangat mereka saling beradu. "Ah~ Aku jadi tidak sabar ingin segera menikahimu. Lalu kita akan membuat anak yang banyaaaaak sekalii.." Ujarnya dengan senyuman lebar.

"Kita baru menikah setelah lulus kuliah nanti!" Anak itu lebih dulu menjauhkan wajah, "Lagipula, aku ini tidak bisa melahirkan, bodoh!" Baekhyun mempoutkan bibirnya.

Chanyeol hanya tertawa menanggapinya. Ia tidak peduli sama sekali. Toh, mereka bisa mengadopsi anak dari panti asuhan atau mengikuti program rahim pinjaman di rumah sakit kan?

"Tidak masalah. Aku akan terus berusaha sampai kau hamil anakku!" Pria jangkung itu menyeringai setan. "Aku akan membuatmu sulit berjalan setiap harinya, Baby!"

Baekhyun mendelik. Ingin protes namun Chanyeol sudah dulu berdiri, mengangkat tubuhnya dalam sebuah gendongan koala yang mana malah membuat Baekhyun kembali melenguh karna prostatnya kembali tertubruk. Oh, ingatkan Chanyeol untuk melepaskan kebanggannya terlebih dahulu.

"Dan mari berusaha dari sekarang!"

Chanyeol berjalan santai menuju kamar, menghiraukan pekikan si kecil dan meninggalkan kekacauan yang ia buat di dapur. Oke, biarkan saja mereka melanjutkan aktifitas panasnya itu. Oh tidak! Suara desahan itu bahkan sudah kembali terdengar.

-fin-

Yeahh—sesuai judulnya. Jadi ini bakan jadi kumpulan ff crossdressingnya Baekhyun. Tentu saja atas kemauan si tiang, Chanyeol kkkkk~
Dan gak semuanya bakal berakhir dengan adegan s3x kok.

Segini dulu ya. Sampai jumpa di ff berikutnya wankawan :*

Minta riviewnya ya~~ *wink

#ChanbaekIsReal!
#614everwithChanbaek