Pria mungil bernama baekhyun itu duduk disebuah sofa panjang yang dibatasi oleh sebuah meja klasik khas properti eropa yang ia taksir berharga lebih mahal dari sebuah apartemen. diseberang nya duduk seorang wanita anggun dengan gaun sewarna perrmata yang melekat ditubuh mungilnya

'Cantik sekali'

Gumam baekhyun dalam hati, harus baekhyun akui wanita itu sangat cantik dengan proporsi tubuhnya yang mungil

"Namamu byun baekhyun? Kau yang dikirim minseok ssi kemari? "

"N-ne, saya byun baekhyun nyonya" jawabnya gugup

"Baiklah, kita langsung ke intinya saja. kau ku pekerjakan disini untuk menjadi asisten rumah tangga. ini daftar tugas yang harus kau kerjakan dari mulai pagi sampai malam hari, kau juga diharuskan untuk menetap disini. Kamar untukmu sudah disediakan dan biaya makan akan ditanggung oleh kami. dan untuk gaji.. Apa 5 juta won dalam satu bulan sudah cukup?"

"L-lima juta? I-itu sudah lebih dari cukup nyonya.. "

"baiklah kalau begitu, kau bisa mulai bekerja hari ini juga.. semuanya sudah jelas baekhyun so?"

"N-ne, saya akan melakukan yang terbaik nyonya.. "

.

.

.

Baekhyun baru saja selesai mencuci piring, sekarang ia tengah sibuk menyiapkan makan malam, tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. ini bahkan sudah hampir setengah hari ia bekerja dikediaman keluarga park

Berbicara mengenai keluarga majikannya itu, keluarga park bisa disebut sebagai keluarga yang cukup tersohor di seoul. wanita yang tadi pagi berbicara dengan baekhyun adalah nyonya dirumah ini, usianya sekitar 34 thn dan namanya Do kyungsoo atau yang sekarang telah berganti marga menjadi park kyung soo, kyungsoo sendiri merupakan seorang designer yang cukup terkenal. dia mengelola butik yang sudah punya banyak cabang di seoul dan juga jeju. suaminya bernama park chanyeol, usianya 38 thn dan ia bekerja sebagai seorang brigadir jenderal kepolisian besar seoul. banyak prestasi yang sudah dicapai pria itu selama masa jabatannya sebagai seorang jenderal besar polisi, ia bahkan pernah mendapat penghargaan langsung dari presiden atas pengabdian nya terhadap negara. lalu yang terakhir adalah park sehun, pria berusia 20 thn itu merupakan anak satu-satunya kyungsoo dan chanyeol. sekarang ia masih kuliah, dari yang baekhyun dengar sehun itu sangatlah bandel, ia sering ikut balapan liar dan berkelahi dengan kelompok dari kampus lain, tak jarang pria itu ditangkap polisi karena membuat keonaran dijalanan dan tentu saja hal itu membuat chanyeol malu. sungguh ironi sebenarnya, ayahnya adalah seorang pemberantasan keonaran sedangkan anaknya adalah biang keonaran ckckck

Awalnya baekhyun sama sekali tidak menyangka akan dipekerjakan dikediaman keluarga park, ia yang hanya lulusan sekolah menengah atas ikut bekerja di kantor tenaga penyalur kerja milik tetangganya kim minseok. sampai pada akhirnya dia dipanggil untuk bekerja di kediaman keluarga park yang menurut minseok sedang membutuhkan asisten rumah tangga. Baekhyun yang memang sedang membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ibunya langsung mengiyakan tawaran itu

Dan alangkah bersyukur nya baekhyun karena dengan bekerja disini ia mendapat penghasilan yang cukup banyak, selain untuk pengobatan ibunya uang itu bisa ia tabung untuk biaya kuliahnya kelak dan untuk biaya sekolah adiknya juga. baekhyun berjanji untuk bekerja segiat dan serajin mungkin mulai sekarang

TING TONG TING TONG

sadar dari lamunannya baekhyun langsung bergegas menuju pintu depan dan melihat siapa yang datang

CKLEK

"Nuguseyo?"

Dihadapannya berdiri seorang pria berbadan tegap dan berbahu lebar dengan kulit putih seputih salju, wajahnya tampan luar biasa meskipun penampilan agak berantakan dan sangat urakan seperti preman-preman seram yang sering baekhyun lihat di drama-drama

Pria itu bersiul genit ketika melihat baekhyun yang membuka pintu

"Siapa namamu manis?" ucapnya sambil mengedipkan matanya genit

Baekhyun cukup risih dipandangi seperti itu

"Saya baekhyun, saya asisten rumah tangga baru disini"

"aaaahhh asisten rumah tangga rupanya, aku pikir tadinya kau itu bidadari yang tersesat dirumahku"

Baekhyun mengernyit antara harus tersipu atau risih dengan gombalan pria albino ini, tapi dia bilang ini rumahnya kan? apa jangan-jangan?

"Aku park sehun, Putra dari pemilik rumah ini. Mulai sekarang aku akan menjadi majikan mu juga" ucapnya sambil mengecup tangan kanan baekhyun

Baekhyun risih sekali diperlakukan seperti itu, buru-buru ia tarik tangannya dan membungkuk hormat

"Selamat datang dirumah tuan"

Sehun tersenyum geli, darimana ibunya mendapatkan pembantu cantik seperti ini? Sepertinya sehun akan betah tinggal dirumah mulai sekarang

"Kau bisa menyiapkan air panas?"

"Ne? Ah ye saya bisa tuan"

"Kalau begitu tolong siapkan aku air panas untukku mandi, dan setelah itu kau bisa ikut mandi bersamaku juga jika kau mau"

Baekhyun tertawa canggung "ah tidak usah tuan, saya sudah mandi tadi"

"Ah sayang sekali, yasudah kalau begitu.. " ucapnya lalu sambil meremas bokong baekhyun pelan

Baekhyun tersentak kaget, ia mengepalkan tangannya erat berusaha meredam emosi

'Jika bukan majikan sudah aku pukul dia' gumamnya dalam hati

.

.

Sehun duduk di meja makan dengan tatapan mata yang terus tertuju pada si mungil yang tengah sibuk menyiapkan makanan untuk makan malam. Sesekali pria itu tersenyum geli melihat baekhyun yang seolah berusaha untuk tidak menatap balik sehun. baekhyun bukannya tidak tau, ia tahu sedari tadi sehun memang tengah menatapnya. dan jujur saja itu membuatnya risih, tapi ia tidak bisa protes karena bagaimana pun sehun majikan nya juga

TING TONG TING TONG

baekhyun berucap syukur ketika suara bel pintu berbunyi, setidaknya ia bisa menghindar dari situasi canggung antara dirinya dan sehun

Buru-buru ia berlari kedepan dan membuka pintu, seperti dugaannya kyungsoo yang datang kerumah

"Selamat malam nyonya.. "

"Malam baekhyun ssi.. Suamiku sudah pulang?"

"Belum nyonya, tapi di dalam ada tuan sehun"

"Ah baiklah kalau begitu" kyungsoo berujar lalu sambil masuk kedalam

Dalam hati baekhyun begitu mengagumi kecantikan majikannya itu, beruntunglah tuan park bisa memiliki istri secantik dan sesempurna nyonya park

"Sehun kau pulang? tidak biasanya kau ada dirumah.. "

Sehun yang sedang mencicipi beberapa kentang goreng menoleh menatap ibunya

"Jadi ibu tidak suka jika aku pulang?"

"Bukan begitu sayang, biasanya kan kau tidak pernah suka berada dirumah"

"Seperti nya mulai sekarang aku akan lebih senang ada dirumah"

Ucapnya sambil melirik baekhyun dengan tatapan yang menggoda, baekhyun yang berada dibelakang kyungsoo hanya mengernyit kesal melihat tatapan itu

"Ibu senang jika kau banyak menghabiskan waktu dirumah sehun ah, terlalu banyak bergaul dengan anak-anak nakal diluar sana itu tidak baik"

"Oh ya baekhyun ssi, kau bisa siapkan makanan tambahan lagi?"

"Untuk apa nyonya?"

"Adik sepupunya suamiku akan datang untuk makan malam bersama disini"

"Ne.. "

.

.

.

Betapa terkejutnya baekhyun ketika adik sepupu yang dimaksud majikannya adalah kim jongin, jongin yang juga tampak terkejut dengan kehadiran baekhyun dirumah sepupunya berusaha bersikap acuh seperti tidak ada apa-apa

"Sekarang hanya tinggal menunggu chanyeol..mungkin sebentar lagi dia akan datang"

Baik Kyungsoo maupun sehun sama sekali tidak merasakan aura dan tatapan canggung dari jongin dan baekhyun, baekhyun yang merasa tidak enak akhirnya memutuskan untuk undur diri ke dapur

TING TONG TING TONG

"Ah itu pasti suamiku.. Tunggu sebentar biar aku buka dulu pintunya"

Chanyeol masuk berdampingan dengan kyungsoo yang berjalan disampingnya

"Apa kabar kai? Sudah lama tidak bertemu.. "

"Aku baik hanya saja belakangan ini aku sedang sedikit sibuk.. "

"Lalu bagaimana dengan taemin? Kenapa tidak mengajaknya kemari?"

"Dia sedang tidur saat aku menjemputnya dirumah ibu, aku tidak tega membangunkannya"

"Mau sampai kapan kau menitipkan taemin pada orangtuamu? Cepat-cepatlah mencari istri kamjong"

Jongin hanya tersenyum simpul sebagai jawaban

"Heyy anak nakal, kau tahu jalan pulang juga rupanya"

Sehun mendecih malas mendengar penuturan ayahnya "aku pulang bukan karena ayah, tapi karena aku merindukan ibu"

"Terserah kau saja, ingat kalau sampai kau berbuat ulah lagi kartu kredit mu akan ayah tarik"

"Ayah suka sekali mengancamku begitu "

"Sebaiknya kau mandi dulu chanyeol ah, akan kusuruh baekhyun menyiapkan air panas untukmu "

"Siapa itu baekhyun?"

"Asisten rumah tangga kita yang baru.. Baekhyun ssi tolong siapkan air panas untuk mandi tuan! "

"Baik nyonya"

.

.

.

Chanyeol melirik jam yang sudah menujukan pukul 12 malam, makan malam sudah usai beberapa jam yang lalu dan kini ia tengah terbaring dikamarnya dengan sang istri yang tidur memunggunginya

Sudah beberapa bulan belakangan ini kyungsoo selalu menolak ajakan untuk bercinta dengannya, chanyeol tidak tahu kenapa tapi yang pasti ia merasa istri mungilnya ini mulai berubah secara perlahan

Malam ini chanyeol terpaksa harus kembali menahan hasrat biologis nya karena sang istri lagi-lagi menolak untuk melayaninya

Merasa haus, pria jangkung itu memutuskan untuk berjalan ke dapur untuk mengambil sebotol air putih di dalam kulkas

Alisnya cukup mengernyit ketika tanpa sengaja ia melewati kamar asisten rumah tangga barunya yang pintunya terbuka sedikit.

Chanyeol mendekat dan berniat menutup pintu itu rapat, namun atensinya sedikit teralih ketika melihat posisi tidur baekhyun yang sedikit berantakan. Pria mungil itu hanya mengenakan kemeja kebesaran super tipis yang memperlihatkan lekukan tubuh sempurnanya, ia tidak menggunakan bawahan sama sekali karena kemeja itu menutupi tubuhnya sampai atas paha. chanyeol tertegun sejenak melihat paha dan betis yang sangat mulus itu terpampang jelas di depan matanya

Baekhyun sepertinya merasa kepanasan karena dikamarnya memang tidak dipasang AC. ruangannya bahkan cukup pengap karena tidak ada jendela sama sekali

Chanyeol bisa menahami kenapa baekhyun berpakaian seterbuka itu, tapi jujur saja ia cukup terusik melihatnya. ditambah lagi hasrat seksualnya yang tidak sempat tersalurkan selama berbulan-bulan membuatnya jadi semakin linglung

Ia genggam gagang pintu itu erat, ia teguk ludahnya kasar. perlahan tapi pasti ia buka pintu itu, menoleh sebentar keluar berjaga-jaga supaya tidak ada yang melihat.. dengan perlahan dan sangat hati-hati ia kunci pintu itu dari dalam

Tatapan matanya kini tertuju pada baekhyun yang masih tidur dengan lelap diatas ranjangnya

Sekali lagi ia teguk ludahnya kasar "Ya tuhan tolong maafkan aku.. "

.

.

Baekhyun terusik dalam tidurnya, ia buka matanya perlahan dan membelalak kaget ketika melihat tuan besarnya tengah mengulum kejantanan mungil miliknya

"T-tuan.. apa yang-"

Chanyeol langsung membekap mulut baekhyun dengan salah satu tangannya

"Ssstt.. maafkan aku baekhyun ssi.. aku terpaksa melakukan ini, aku janji ini tidak akan lama"

"T-tapi tuan.. "

"Ssssttt cukup diam dan nikmati saja, biar aku yang bergerak"

Chanyeol memposisikan kejantanan miliknya di lubang anal baekhyun

Baekhyun yang tau itu langsung meronta panik, tapi sayangnya kedua pahanya langsung dicengkeram kuat oleh kedua tangan chanyeol

"T-tuan bagaimana jika nyonya sampai tahu?"

"Ia tidak akan tau jika kau bisa tenang baekhyun ssi.. "

"T-tapi tuan kumohon jangan lakukan itu, saya takut tuan"

"Kau tidak perlu takut, aku akan pelan-pelan"

"T-tidak tuan hiks"

"Aku akan memecatmu jika kau menolak"

Baekhyun langsung terdiam. Dipecat? Aniyo! Bagaimana dengan keluarganya jika ia dipecat?

"Maafkan aku baekhyun ssi, aku terpaksa melakukan ini. aku akan menuruti semua permintaan mu jika kau mau tidur denganku"

Baekhyun tergugu, disatu sisi ia merasa terhina tapi disisi lain ia merasa tawaran chanyeol cukup menggiurkan apalagi keadaan nya sedang sangat terjepit sekarang

"Aku anggap itu sebagai persetujuan " ungkap chanyeol ketika melihat baekhyun yang hanya diam

Ia mulai menggesekkan kejantanan miliknya pada lubang baekhyun, baekhyun memejamkan matanya erat tak sadar airmata mulai menetes dari pelupuk indahnya

JLEBBBB

"Aaaaaahhhhh tuannnn sakittthh.. "

.

.

.

Tubuh baekhyun masih terus terguncang dengan gerakan cepat, tubuhnya sudah sangat lemas karena ini sudah hampir pagi tapi chanyeol masih belum berhenti bermain-main dengan tubuhnya

Setidaknya sudah empat kali chanyeol menyetubuhi baekhyun dan entah sudah berapa kali baekhyun orgasme walaupun tidak ada kenikmatan sama sekali disetiap sperma yang ia keluarkan

Baekhyun memalingkan wajahnya ke sembarang arah asal tidak menatap majikannya, jujur ia merasa sangat terhina melihat ekspresi kenikmatan diwajah tuan besarnya itu

CROTTT CROTTT CROTTT

Pada akhirnya chanyeol menjemput ejakulasi ke empatnya, ia terengah lelah walau terlihat jelas bahwa ia sangat puas. hasrat birahi yang ia tahan selama beberapa bulan terakhir ini akhirnya bisa tersalurkan juga

Ia tatap baekhyun dengan perasaan bersalah, kondisinya cukup berantakan dengan tanda cupang disekujur tubuhnya, bau sperma dan anyir darah juga tak kalah menyegat Indra penciumannya

Ia cabut kejantanan nya perlahan yang menghasilkan ringisan kesakitan dari yang lebih mungil

Buru-buru ia ambil tisu dan membersihkan noda darah serta sperma ditubuh asisten rumah tangganya itu

Setelahnya ia tutupi tubuh mungil baekhyun dengan selimut tebal

"Sekali lagi maafkan aku baekhyun ssi, aku janji kau akan mendapat imbalan setimpal atas apa yang telah kau berikan padaku malam ini.. "

Setelah berucap janji pada baekhyun, chanyeol dengan cepat memakai kembali pakaiannya asal dan bergegas keluar dari kamar baekhyun, ia takut sehun atau istrinya tau ia telah bermain api dengan asisten rumah tangga mereka

Sekilas chanyeol kembali melirik baekhyun dan menutup pintu kamarnya rapat

CKLEK

tepat setelah pintu itu tertutup, baekhyun langsung menangis tersedu hingga akhirnya ia kelelahan dan tertidur

.

.

Pagi harinya baekhyun bangun kesiangan dan sukses mendapat omelan dari kyungsoo karena telat menyiapkan sarapan. Baru dua hari bekerja tapi ia sudah punya point minus dimata kyungsoo sang nyonya rumah, tapi untungnya chanyeol sedikit membantunya dengan membawa sehun dan kyungsoo untuk sarapan bersama diluar, setidaknya ia bisa terhindar dari omelan kyungsoo di pagi hari

'Drrrt.. Drrrt.. '

Ada sebuah pesan masuk di ponselnya, ia mengecek sebentar dan langsung gemetar begitu melihat id si pengirim

'Kau harus menjelaskan semuanya padaku baek, kita bertemu di cafe ice cream seperti biasa jam 1 nanti. aku menunggumu'

Baekhyun mengehembuskan nafasnya lelah, itu sms dari kai

'Ne, aku akan datang'

Send

Setelahnya ia matikan ponselnya dan kembali fokus dengan pekerjaan rumah walaupun ia kesulitan saat berjalan akibat perbuatan chanyeol semalam..

.

.

.

.

TBC

Ff pertama author di ffn, ada yang minat? Kalo banyak yang suka kita lanjut chapter berikutnya tapi kalo ga ada ya author hapus ~

Review juseyo :v