Bulu matanya yang panjang, kulitnya yang lembut, matanya yang seperti bola kaca. Dia adalah Baekhyun, boneka seks kesayangan Chanyeol.
Main Cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
and others.
Warn!
Yaoi, BoyxBoy,NC
Don't like don't read!
This story belongs to KannaRie
and the characters belongs to himself.
Chanyeol has Baekhyun.
Baekhyun has Chanyeol.
Park Chanyeol, milyarder muda terkenal. CEO dari Park corp. Tampan, tinggi, dan juga mapan menjadi poin plus untuknya. Sampai saat ini tidak tertarik untuk mencari kekasih.
Saat ini dan beberapa hari kedepan memutuskan untuk mengunjungi Jepang sebagai pelepas stres dari kerjaannya yang menumpuk. Park Chanyeol berjalan-jalan dengan kaus abu kesayangannya tidak ingin terlihat mencolok, dengan sebuah topi hitam yang terlalu bawah menutupi wajah.
Sebuah ketidaksengajaan ketika Chanyeol melewati sebuah toko yang terlihat lumayan nyentrik. Memajang beberapa foto dengan manekin yang terlihat seperti hidup.
Chanyeol tidak tahu, kakinya melangkah mendekat dengan sendirinya. Didorong rasa ingin tahu nya, Chanyeol membuka pintu toko tersebut menimbulkan gemerincing lonceng. Seorang pria berkulit tan terduduk di kursi goyang dengan rokok terkepul menempel di bibir. Didampingi seorang bermata bulat dengan ekspresi datar.
"Halo, tuan?" Pria berkulit tan bersuara menyadarkan Chanyeol dari memperhatikan sekitar. "Selamat datang di tokoku, disini menjual berbagai macam boneka."
Pria berkulit tan itu bangkit, mengajak Chanyeol berkeliling melihat koleksi boneka nya. Dia memperkenalkan diri sebagai Kai.
"Omong-omong, boneka jenis apa yang dicari tuan?" Kai berucap lagi, kembali menyesap rokoknya.
Chanyeol mendadak linglung, dia tidak tahu apapun mengenai boneka dan sejenisnya.
"Ah?? Boneka yang... bisa bergerak... mungkin???" Ragu-ragu Chanyeol menjawab. Dan dia terlihat seperti orang idiot sekarang.
"Maksud tuan, yang seperti itu?" Kai menunjuk kearah samping kursi roda tadi, dimana pria bermata bulat masih berdiri diam.
"Dia... boneka??" Butuh beberapa detik untuk Chanyeol merespon ucapan pria bernama Kai itu.
"Benar, dia boneka, namanya Kyungsoo. Tuan ingin yang seperti itu? Tapi tuan harus tahu, harga mereka adalah yang termahal, sesuai dengan kualitas. Bagaimana?" Kai mengatakan itu sambil berjalan kearah sebuah pintu, mengajak Chanyeol untuk kesana.
Dan apa yang ada dibalik pintu itu mengejutkan Chanyeol. Boneka-boneka, itu terlihat seperti manusia. Seperti si Kyungsoo yang ada didepan tadi. Mereka diletakkan di etalase-etalase kaca. Dengan raut wajah yang datar dan mata yang memandang kosong.
"Disini. Boneka yang seperti Kyungsoo itu." Ucapan Kai serta merta membuat Chanyeol melihat kearah Kai. Pria tan itu berdiri didepan etalase kaca yang besar. Terpisah dari yang lainnya.
Disana, sebuah boneka yang sangat cantik. Rambutnya berkilau perak, mata kecilnya berkaca biru seperti laut, bibirnya tipis dan merekah indah. Sempurna adalah satu kata untuknya.
"Namanya Baekhyun." Kai bersuara.
"E... eh? Punya nama juga?" Chanyeol lagi-lagi terlihat bingung. Matanya masih terus menatap boneka itu. Bernama Baekhyun.
"Ya, mereka semua punya nama, dan juga karakter. Punyaku itu, karakter nya memang pendiam, tapi dia galak. Kalau Baekhyun, dia baik dalam segala hal, sedikit manja, juga sedikit polos, juga bisa meliar dalam beberapa hal."
"Aku... ingin Baekhyun." Kata itu hanya secara tidak sadar Chanyeol utarakan.
"Hmm? Sudah memutuskan mengambilnya? Baik, akan kukeluarkan dia. Sedikit membutuhkan waktu, Tuan silahkan tunggu di depan saja." Kai mempersilahkan, kemudian mengambil beberapa peralatan yang kemungkinan dipakai untuk membuka etalase.
Chanyeol berbalik badan, mulai melangkah ke tempat semula adanya kursi goyang dan Kyungsoo disana. Masih sambil memperhatikan boneka-bonek seperti manusia yang terpajang.
"Lagipula... orang bodoh mana yang akan membeli boneka seperti ini?" Chanyeol menggumam, tidak sadar akan dirinya yang termasuk orang bodoh yang juga membeli boneka bernama Baekhyun.
"Bukan orang bodoh, Tuan. Hanya orang yang kesepian dan membutuhkan pemuas nafsu." Chanyeol berjengit ketika suara lain menyahut, tidak lain adalah Kyungsoo, boneka dengan mata bulat dan wajah datarnya.
"Kau... berbicara?" Chanyeol tercengang, sungguh ini tidak disangka.
"Ya, kami semua bisa berbicara, dan mengikuti semua yang manusia lakukan. Kami dibuat untuk itu, menemani manusia yang kesepian, mengajak berbicara, melayani, dan memuaskan mereka. Manusia biasa memanggil kami dengan, sex doll."
Chanyeol terdiam, tidak bisa berkata-kata. Jadi... dia baru saja membeli sebuah sex doll? Seorang Park Chanyeol, membeli sex doll? Park Chanyeol yang bahkan bisa membuat gadis dan uke mengemis untuk bercinta? Wah, Chanyeol tidak percaya ini.
"Menikmati obrolan dengan boneka ku, Tuan?" Sebuah suara kembali menyela. "Ini, barangmu." Kai melirik kearah sampingnya. Dimana Baekhyun berdiri disitu.
"Halo, Tuan. Aku Baekhyun." Boneka bersurai perak itu berkedip-kedip lugu. Rasanya, Chanyeol ingin memakan Baekhyun.
Dan suara Baekhyun adalah hal lain yang membuat kepala Chanyeol pening. Suaranya begitu lembut dan membelai. Ringan seperti angin, disaat bersamaan terdengar menggoda.
"Huft, mengaktifkannya butuh waktu lebih dari yang kuperkirakan." Kai membuat gerakan seolah mengusap peluh. "Nah Baekhyun, Tuan baru mu sekarang adalah dia. Baik-baik padanya."
Baekhyun, tanpa disuruh berjalan kearah Chanyeol, berdiri disamping Chanyeol sedikit lebih mundur satu langkah. Itu membuat Chanyeol bertambah pening ketika wangi strawberry menguar, memangnya boneka mempunyai wangi seperti ini ya?
"Tuan, jangan lupakan bayarannya ya." Kai tersenyum, kembali mendudukkan diri di kursi goyang.
"Kau tidak kenal aku? Park Chanyeol. Sebut nominalnya, kukirim besok." Tersadar, Chanyeol mengangkat dagunya angkuh.
Kai menyeringai, "Tentu saja tahu, Tuan. Aku tidak menunjukkan barang mahal pada sembarang orang."
*
Ini untuk part 1 nyaa, Kanna tahu banyak yang kurang dan pengetikannya belum bagus.
Kritik dan saran sangat dibutuhkan.
Gimana menurut kalian jalan ceritanya? Bosenin kah?
-Best Regards, Kanna-